Minta Pelaku Usaha Taat Aturan, Ini Kata Terry

Anggota DPRD Sintang, Terry Ibrahim. FOTO: TIMO

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Terry Ibrahim meminta pelaku usaha di Kabupaten Sintang mematuhi jam Operasional yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal tersebut menurutnya penting diperhatikan agar kegiatan usaha masyarakat tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Baru-Baru ini Kepolisian Resost Sintang berhasil mengamankan sebanyak 10 orang yang terjaring saat operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilaksanakan jajaran Polres Sintang bersama Polisi Militer (PM), pada Jumat (17/05/2019) malam.

“itu adalah bukti ada pelaku usaha yang  tidak patuh, Terlebih ini bulan puasa, aturan itu janganlah dilanggar. Mari menghormati umat muslim yang menunaikan ibadah puasa,” ujar Terry Ibrahim, Sabtu (25/05/2019) kemarin.

Terry mengatakan sangat   memberikan apresiasi terhadap kinerja Polres Sintang dalam menjaga Kamtibmas di Bumi Senentang. “Tentu apa yang dilakukan pihak kepolisian sudah sangat tepat. Mengingat ini bulan Ramadhan, sudah seharusnya menghormati dan menjaga kondisi yang aman, agar umat muslim yang menjalankan ibadah puasa tidak terganggu,”  ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada pemilik kafe maupun tempat hiburan malam, agar dapat  mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah, jangan sampai masih ada yang beroperasi di atas pukul 00.00 WIB. “Ikutilah aturan yang ada, lagi pula aturan tersebut hanya bulan Ramdhan ini saja. Mari kita hormati saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabag Ops Polres Sintang, Kompol  Pasaribu mengatakan pihaknya berhasil  menjaring 10 orang, terdiri dari tujuh wanita dan tiga pria saar razia operasi Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilaksanakan jajaran Polres Sintang bersama Polisi Militer (PM), pada Jumat (17/05/2019) malam.

Kabag Ops yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, ada tiga lokasi yang disambanginya. diantaranya Gedung Serbaguna Jalan Oevang Oeray yang sering digunakan nongkrong muda-mudi sampai larut malam, di depan Kantor Bupati Sintang dan di kafe-kafe yang berada di Hutan Wisata Baning.

“Mereka yang terjaring karena tidak memiliki kartu identitas. Mereka ini perlu kita berikan shock terapi, agar ada efek jera, dan menjadi contoh bagi yang lain agar tak melakukan hal yang sama,” ujar Kabag Ops. (mo)

Timot Timot

Top