Dewan Sesalkan Masih Banyak Rumah Makan Gunakan Gas Melon

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus sangat menyesalkan masih adanya rumah makan yang mengunakan gas elpiji 3kg. Padahal sudah dilarang, karena gas melon tersebut hanya diperuntukan untuk warga yang kurang mampuh.

“Sudah jelas peruntukan gas melon itu untuk warga kurang mampu, kenapa masih saja ada rumah makan yang mengunakannya. Tentu itu sudah jelas melanggar aturan yang berlaku,” ujarnya Welbertus.

Maka dari itu, ia mengimbau kepada pelaku usaha rumah makan, jangan lagi mengunakan gas melon.  Apabila masih ada ditemukan lagi ke depannya, ia harap dapat ditindak tegas oleh instansi terkait.“Berikan sanksi tegas kalau memang masih ada ditemukan di rumah-rumah makan mengunakannya. Saya harap pelaku usaha sadar akan kesalahannya itu, agar tak mengulanginya kembali,” harapnya.

Politisi Partai Demokrsi Perjuangan Indonesia (PDIP) ini juga meminta kepada instansi terkait, agar sering kali melakukan sidak di rumah-rumah makan. Karena dengan begitu diyakini akan menekan pelanggaran terhadap pelaku usaha.“Jadi jangan hanya satu atau dua kali saja dilakukan sidak, tapi harus sering-sering. Kalau sudah begitu, saya yakin pelaku usaha akan takut dan tidak berani lagi mengunakan gas melon,” terangnya.

Dikatakanya  masyarakat kerap mengeluhkan kelangkaan gas melon. Kelangkaan ini terjadi bisa saja bukan karena meningkatnya jumlah permintaan masyarakat, melainkan adanya indikasi sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah yang menggunakan gas melon ini. “Maka dari itu instansi terkait harus sering monitoring kelapangan supaya Gas subsidi ini tepat sasaran,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pengguna Gas LPG kemasan 3 Kg masih ditemukan pemakaiannya di sejumlah restoran dan rumah makan di Kabupaten Sintang. Padahal Pemerintah menyalurkan subsidi langsung Elpiji 3 kilogram agar subsidi dinikmati pihak yang tepat, yaitu masyarakat miskin dan pengusaha mikro.

Elpiji 3 kg yang dikatakan untuk warga kurang mampu, seakan hanya isapan jempol semata. Pasalnya, masih banyak rumah makan yang mengunakan gas melon tersebut.

Hal itu diketahui setelah dilakukannya sidak ke sejumlah rumah makan yang dilakukan oleh tim gabungan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Pertamina, beberapa waktu lalu.

Sedikitnya ditemukan 44 tabung gas melon yang digunakan oleh 6 rumah makan yang ada di Kota Sintang. Atas temuan tersebut, petugas langsung mengganti tabung gas melon itu dengan tabung gas 5,5 kilogram. Sedangkan tabung gas melon langsung diangkut mobil yang sudah dipersiapkan. (mo)

Timot Timot
Tags

Related posts

Top