Dewan Sintang Minta Penyelesaian Rumah Betang Dipercepat

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Masyarakat Dayak di Kabupaten Sintang tidak lama lagi akan melaksanakan gawai dayak Tingkat Kabupaten. Ketua DPRD Kabupaten Sintang Jeffray Edward menerangkan Pekan  Gawai Dayak di Kabupaten Sintang akan dilaksanakan pada tangal 9-13 juli 2019. Gawai Dayak ke -8 ini akan dilaksanakan di Stadion Baning Sintang dikarenakan Rumah Betang Tampun Juah yang terletak di Desa Jerora satu belum selesai di bangun.

“Masyarakat Dayak sangat mendambakan gawai dayak tahun 2019 ini dapat dilaksanakan di Rumah Betang tampun juah, namun sepertinya belum bisa diwujudkan tahun ini, karena Rumah Betang kita belum jadi,”ujar Jeffray, Senin (20/05/2018)

Wakil Rakyat yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang ini mendesak kepada pemerintah daerah agar mempercepat penyelesaian Pembangunan Rumah Betang Tampun Juah, agar  gawai dayak tahun 2020 sudah dapat dilaksanakan di Rumah Betang.

“Dorongan kepada pemerintah untuk mempercepat pembangunan  rumah betang sudah sering kita sampaikan bahkan, pada gawai dayak tahun lalu kita menargetkan rumah betang itu bisa selesai, sehingga tahun ini gawai dayak bisa dilakukan di betang,” terangnya.

Namun faktanya hal tersebut belum memungkinan, penyelesaian pembangunan rumah  budaya tersebut tidak terkejar. “ Kita terus mendesak supaya bica cepat diselesaikan supaya tahun depan gawai dayak sudah bisa dipusatkan disana,” pungkasnya.

Wakil Bupati Sintang Askiman menjelaskan  bahwan mengenai penyelesaian pembangunan rumah  betang  adat  dayak  Kabupaten Sintang di jerora 1 dimana pembangunan rumah budaya tersebut sudah pada tahap akhir.

“Pemerintah Kabupaten Sintang telah menganggarkan penyelesaian pembangunan tahap akhir rumah adat tersebut sebesar Rp. 2.470.000.000 (dua milyar empat ratus tujuh puluh juta rupiah) dan masih dalam proses penyelesaian administrasi. Berikutnya penataan halaman betang dan pembuatan panggung tahap i (satu) dianggarkan sebesar rp. 980.000.000 (sembilan ratus delapan puluh juta rupiah) dan kegiatan tersebut juga masih dalam proses penyelesaian administrasi,” terangnya. (mo)

Timot Timot

Top