Julian: Aspirasi Masyarakat Didengar Pemerintah

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Kini masyarakat Desa Simba Raya tak lagi merasa dikecewakan. Pasalnya, pasca pemblokadean jalan yang dilakukan masyarakat desa setempat, pada Selasa (12/02/2019) lalu, karena menuntut jalan berstatus provinsi itu segera diperbaiki, telah dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

Kepala Desa Simba Raya, Sugiono mengatakan, bahwa setelah tiga hari pasca pemblokadean itu, pemerintah langsung turun ke lapangan untuk memperbaiki jalan yang memang pada waktu itu, kondisinya sudah sangat parah sekali.

“Sesuai janji mereka, bahwa masyarakat akan membuka jalan tersebut, apabila komitmen pemerintah dalam beberapa hari ke depan pasca blokade, akan memperbaikinya,” ujar Sugiono saat ditemui di Kota Sintang, Selasa (19/3/2019).

Dikatakannya, jalan tersebut ada sekitar 20 titik lobang, yang parah ada sekitar 10. Semua itu sudah diperbaiki, dengan rentang jalan panjangnya sekitar 6 kilometer, mulai dari Desa Simba Raya hingga Kelurahan KKU.

“Sementara untuk lobang kecil-kecil juga sudah ditimbun pakai batu pecah campur pasir. Jadi meskipun dalam keadaan hujan, sekarang masih bisa dilalui,” terangnya.

Kini masyarakat, kata Sugiono tidak lagi harus melewati jalan perusahaan yang jarak tempuhnya lebih jauh. Karena jalan yang telah diperbaiki itu hasilnya cukup memuaskan. Meskipun belum sesuai harapan yang selama ini didamba-dambakan, yakni bisa diaspal.

“Tapi dari perbaikan itu setidaknya sudah bisa dilintasi. jadi pemerintah baik kabupaten maupun provinsi sudah menuaikan janjinya, kami sangat apresiasi itu. Kami juga makasih kepada wakil rakyat yang sudah membantu menyuarakan aspirasi kami ini,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sintang, Dapil Binjai-Ketungau, Julian Syahri yang turut menyuarakan aspirasi masyarakat Desa Simba Raya, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang sudah ada tindakan untuk perbaikan, baik dari UPJJ provinsi maupun kabupaten.

“Sekarang jalan tersebut sudah bisa dilewati. Sampai saat ini pengerjaan hampir selesai, tetapi memang ada jalan yang harus diselesaikan secara merata, baik dari Binjai, Telaga Satu, Ketungau Hilir dan Semubuk,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan, ke depan dilanjutkan pengerjaannya, karena masih banyak di Kecamatan Binjai sampai ke Desa Telaga Satu dan Dua yang perlu dikerjakan, karena sangat-sangat parah kondisinya.

“Harapan kita, dana yang masuk sekitar RP11 miliar lebih dari pemerintah provinsi itu untuk pengaspalan di jalan-jalan tersebut,” katanya.

Karena menurut hemat, kalau hanya perbaikan UPJJ pasti tidak maksimal, sebab kalau kelamaan hujan turun pasti bakal hancur lagi.

“Gitu-gitu terus. Harapan kita, anggaran tetap bisa masuk ke Binjai dan Ketungau, karena sangat prioritas sekali jalan-jalan provinsi tersebut,” pungkasnya. (*)

Timot Timot

Related posts

Top