Dewan Minta Pemkab Atasi Kelangaan Gas Melon di Sintang

Anggota DPRD Sintang, Anton Isdianto (Dok : Timo)

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Kelangkaan Elpiji (LPG) kemasan 3 Kilogram (Kg) marak terjadi di beberapa daerah  di Kabuaten Sintang belakangan ini. Kalaupun ada, harga gas melon tersebut meroket naik, bahkan sampai Rp 35.000 per tabung.

Salah seorang warga kecamatan Sintang, Badri mengaku sulit mendapatkan gas melon akhir-kahir ini. “Saya sudah keliling ke beberapa tempat namun tidak ada stok. Kalau pun ketemu, harganya jauh lebih tinggi dari biasanya,”terang Badri kepada media ini, Rabu (21/11/2018).

Biasanya kata Badri, dia mendapatkan gas melon dengan harga Rp 20.000 hingga 25.000. namun dampak kelangkaan gas tersebut, ia terpaksa mengeluarkan biaya yang lebih besar.

“ terakhir saya beli Rp 35.000 per tabung, tapi masih  mending lah harga mahal tapi stok ada, karena di kota ini sulit menemukan alternatif bahan bakar lainnya untuk kebutuhan memasak,” bebernya.

Kelangkaan gas melon kata Badri sangat membebani masyarakat, apalagi gas tersebut sudah menjadi kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Dia berharap kelangkaan gas tersebut tidak berlangsung lama.

“semoga ada solusi terkait kelangkaan gas, sehingga  harganya juga bisa normal kembali,” harapnya.

Anggota DPRD Sintang, Anton Isdianto mengaku prihatin dengan kelangkaan gas melon di kabupaten Sintang. Dia berharap pemerintah dan pertamina segera mengatasi kelangkaan gas melon supaya kelangkaan tidak berlangsung lama.

“Kita minta pemerintah dan pertamina segera tindaklanjuti kelangkaan gas melon, karena ini merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat diperlukan,” pintanya.

Legislator PAN ini juga meminta pemerintah melalui  Disperidag meningkatkan pengawasan ke lapangan untuk mengantisipasi adanya oknum pangkalan yang berbuat curang. Bahkan bila ditemukan ada onum yang nakal ini supaya ditindak tegas.

Kecurangan yang rawan dilakukan yakni menjual elpiji 3 Kg bukan kepada masyarakat menengah kebawah melainkan ke warung-warung dan pemilik usaha kuliner dan rumah makan. Dengan demikian, pangkalan yang berbuat curang mendapat keuntungan berlipat ganda dan

“elpiji subsidi inikan untuk masyarakat menegah kebawah, jangan sampai realisasnya tidak tepat sasaran,” tandasnya.

Senada dengan Anton, Anggota DPRD Sintang Welbertus meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sintang melalui instansi terkait segera meningdaklanjuti kelangkaan gas melon di kabupaten Sintang. kelangkaan gas ini menurut Welbertus bukanlah hal baru. Sebetulnya  pemerintah dan pertamina sudah mengetahui kondisi ini dilapangan.

“ namun yang terdegar hanya keluh kesah dari masyarakat. Kelangkaan gas ini sudah kerap terjadi, maka permerintah dan pertamina harus cepat mengambil langkah solusi,” pintanya.

Menurtnya salah satu solusi yang dapat dilakukan yakni menggelar operasi pasar, sehingga masyarkat mendapatkan gas melon dengan harga yang terjangkau. Dia juga  mengingatkan Pertamina agar mengantisipasi langkanya gas 3 Kg kedepannya.

“kelangkaan dan lonjakan harga gas melon yang bahkan sampai Rp 35.000 per tabung tentu sangat membebani masyarakat,” tuturnya. (red)

Timot Timot

Related posts

*

*

Top