APBD Sintang Tahun 2019 di Sahkan

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-DPRD Kabupaten Sintang bersama Pemerintah Kabupaten Sintang telah mengesahkan APBD Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2019. Pengesahan ini dilakukan dalam rapat paripurna ke-18 DPRD Sintang masa persidangan III di ruang sidang utama DPRD Sintang, Jumat (30/11/2018).

Pengesahan APBD ditandai dengan penandatanganan berkas oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward, serta Wakil Ketua DPRD , Sandan dan Terry Ibrahim.

Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward mengatakan sebelum menyetujui atau mengesahkan APBD Kabupaten Sintang 2019 pihaknya bersama eksekutif telah melaksanakan pembahasan selama beberapa minggu.

“Puji Tuhan  pembahasan ini bisa selesai tadi malam dan hari ini kita bisa mengesahkan  APBD ini,” kata Jeffray.

Pengesahan APBD tersebut, kata Jeffray menandakan bahwa DPRD tetap komitmen untuk menyelesaikan APBD tepat waktu dan tidak melewati batas waktu yang sudah tentukan.

“Sehingga APBD dapat kita sepakati dan tetap mengutamakan sekala prioritas seperti infrastruktur dasar baik Jembatan dan jalan,” ungkapnya

Kendati demikian, dalam pembahan  kata Jeffray terkait dana alokasi khusus (DAK) menjadi pertanyaan anggota DPRD Sintang. Pasalnya pengajuan DAK tidak melibatkan anggota DPRD.

“kita hanya tahu saja datang ke sini artinya penempatan yang sudah ditetapkan tidak bisa kita ubah. Ada begitu banyak usulan dari masyarakat melalui anggota DPRD  namun tidak diakomodir dalam penempatan  DAK ini,” bebernya.

Jeffray berharap sebelum pengajuan DAK kedepannya pemerintah Kabupaten Sintang  berkonsultasi dulu dengan seluruh anggota DPRD.

“Supaya penempatan DAK juga bisa mengakomodir usulan masyarakat yang disampaikan melalui anggota legislatif,” pungkasnya.

Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan APBD Sintang tahun 2019 sudah termuat upaya untuk menyelesaikan beberapa infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan, serta permasalahan menyangkut SDM.

“APBD ini alat kebijakan pimpinan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, diantaranya seperti guru honorer yang diakomodir dari dana BOS, dan guru komite. Dimana dinilai guru ini tidak sejahtera, sehingga ada sedikit upaya untuk meningkatkan gaji guru honorer termuat dalam APBD 2019,” terang Jarot.

Selain itu juga termuat upaya sebagai solusi bagi tenaga medis yang magang di RSUD Ade M Joen Sintang, ” dimana mereka ini telah malakukan aksi mogok, meminta perhatian kepada Pemerintah supaya bisa direkrut menjadi tenaga honorer,” pungkasnya. (Mo)

Timot Timot

Related posts

*

*

Top