Sikapi Bom di Surabaya, Ini Pesan Pastor Yohanes Pranoto untuk Umat Katolik

Pastor Kepala Paroki Gereja Katedral Kristus Raja Sintang

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Pastor Kepala Paroki Gereja Katedral Kristus Raja Sintang , Yohanes Pranoto mengimbau kepada umat Katolik supaya tidak takut secara berlebihan pasca ada serangan bom bunuh diri di berbagai tempat di Surabaya provinsi Jawa Timur. Hal ini disampaikanya supaya tidak mengganggu keamanan dan  kehidupan bermasyarakat.

Menurut Pastor Pranoto, peristiwa pengeboman yang terjadi di lima tempat di Surabaya beberapa waktu lalu sangat melukai hati banyak orang.

“Peristiwa itu bukan hanya melukai umat kristiani tetapi juga umat lainya,” kata Pastor Pranoto saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (15/05/2018).

Dia mengatakan aksi teror bom bunuh diri ini sulit untuk diantisipasi, pasalnya pelaku datang menerobos dan meledakan bom.

“Runtutan kejadian demi kejadianya itu sangat menyedihkan, karena yang sekarang beda dengan dulu,sedianya ketika sebelum umat beragama hendak melakukan ibadah ,terlebih dulu lokasinya disterilkan ,tapi sekarang kalau kita melihat kejadian ini, untuk mengantisipasinya sangat sulit karena mereka datang sendiri dengan membawa kendaraan sendiri . Mereka masuk dan menerobos, bahkan kejadian bom bunuh diri di Polresta Surabaya, aparat yang bertugas sudah mencoba menghalangi dan menyetop pelaku namun ketika distop pelaku meledakkan bom,” ujarnya.

Selain tetap meningkatkan kewaspadaan diri, Pastor juga mengajak umat untuk terus berdoa pada Tuhan. Dia mengajak umat katolik berdoa, memohon supaya dapat meluluhkan hati umat yang nakal dan keras yang begitu tega mencelakai orang lain.

“Mari kita doakan saudara-saudari kita yang menjadi koban, mari kita juga memaafkan para pelaku dan berdoa untuk mereka, karena kita percaya campur tangan Tuhan lah yang mampu meluluhkan hati mereka yang keras,” pesan Pastor Pranoto.

Dia juga berpesan kepada Umat katolik supaya tidak terpancing dengan isu-isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan. Dia juga mengajak umat untuk mendukung upaya pemerintah dan aparat  kemanan untuk memerangi terorisme di bangsa ini.

“Mari kita bersama-sama menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa.  Dan mari kita juga mendukung  upaya Pemerintah dan aparat keamanan baik TNI, Polri dan aparat lainnya  dalam mengentas terorisme di Indonesia,” pesanya.

Menyikapi peritiwa yang sama, Ketua Dewan Masjid Kabupaten Sintang,H.Senen Mariyono mengatakan,  Dewan Masjid Dari tingkat Provinsi hingga kabupaten berharap kepada umat muslim untuk tidak terpancing oleh peristiwa tersebut yang diduga dilakukan oleh terorisme hal itu menurut Senen nerupakan perbuatan yang sangat terkutuk oleh agama.

“Bunuh diri itu merupakan hal yang sangat dilarang oleh agama manapunm,” katanya, saat berada di Gedung Pancasila.

“Oleh sebab itu kita umat muslim jangan terpancing dan jangan terprovokasi kita tetap konsentrasi marhaban ya ramadhan kita semarakkan masjid-masjid dan mushola kita antar umat beragama saling menghormati dijaga dan dikuatkan oleh masing-masing keagamaanya ,”pesan nya.

Anggota DPR-RI Dapil Kalbar H.Sukiman sangat mengutuk keras terhadap tindakan terorisme melakukan aksi bom bunuh diri di Surabaya. Tindakan tersebut menurutnya tidak berprikemanusiaan dan tidak dibenarkan dan tidak diajarkan didalam ajaran Islam.

“Saya minta maaf terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban dan berduka ,saya berharap peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,”ujarnya. (*)

__Terbit pada
15/05/2018
__Kategori
Nasional, Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya