GMNI Nilai Kebijakan Kenaikan dan Penyaluran BBM Harus di Transparasikan

Mahasiswa GMNI dari Komisariat Untang dan UPB Pontianak saat melakukan audiensi dengan Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Senin (23/04/2018)

PONTIANAK [www.mediakapuasraya.com]-Sejumlah perwakilan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Untan dan UPB Pontianak menghadiri audensi bersama anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Senin (23/04/2018) sore.

Audensi tersebut merupakan tindak lanjut atas aksi damai yang dilakukan GMNI  digedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

“Kita datang sebagai tindak lanjut atas aksi kita Selasa minggu kemarin dimana waktu itu kita mengelar aksi damai mempertanyakan sikap pemerintah dalam hal ini ke DPRD kita sebagai wakil rakyat untuk menyikapi kenaikan harga BBM,” terang kader GMNI Dewan Pimpinan Komisariat UPB, Jemmy Hans Welan saat ditemui seusai audensi

Dalam audensi tersebut terang mahasiswa asal Kabupaten Melawi ini pihaknya ingin menemukan solusi bersama atas permasalahan kenaikan dan proses penyaluran BBM yang dinilai tidak pro rakyat.

“kami menganggap kami sebagai elemen dari masyarakat, unsur dari masyarakat dan dalam hal ini merupakan perpanjangan lidah rakyat ingin menyampaikan apa yang kami dengar dari rakyat secara langsung kepada wakil rakyat, ” sebutnya

Selanjutnya kata Jemmy langkah –langkah dan kesepakatan-kesepakatan telah tercapai antara mereka dan pihak komisi II dimana ada komitmen bersama untuk mengambil tidakan lebih lanjut

“dalam waktu dekat kita juga akan melakukan audensi kepada komisi IV yang membidangi energi bersama dengan Pertamina itu sendiri sehingga kita bisa menemukan jawaban yang lebih konkrit dan kita bisa menemukan solusi bersama,” imbuhnya

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Timotius Ketak mengatakan bahwa  apa yang disampaikan oleh mahasiswa dari GMNI terkait permasalahan kenaikan dan penyaluran BBM akan ditindalanjuti lebih jauh oleh pihaknya.

“mereka mendorong supaya kami DPRD khususnya di Komisi II untuk menyampaikan dan memperjuangkan ini di tingkat pusat karena kenaikan BBM ini adalah kebijakan pusat, ” terang Timotius

” Tindak lanjut kami dari komisi II khususnya karena menerima audensi pada sore hari ini kami akan adakan rapat kerja dengan mitra terkait, terutama komisi IV apakah kami komisi II dan komisi IV ini akan rapat lintas komisi untuk menampung aspirasi aspirasi ini sebelum disuarakan lebih lanjut,” tandasnya (ari/red)

Timot Timot

Top