Stanting di Kabupaten Sintang Capai 44 Persen

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Kepala Dinas Kesehatan Sintang, Harysinto Linoh mengungkapkan meningkatnya angka stanting di kabupaten Sintang dipengaruhi oleh prilaku manusia dalam melaksanakan upaya pencegahan stanting. Berdasarkan data pihaknya stanting di Kabupaten Sintang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya  dan telah mencapai angka 37 persen, sementara data dari hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) secara nasional stanting di Kabupaten Sintang telah mencapai angka 44 persen.

Stanting adalah kekurangan gizi pada 1000 hari kehidupan pertama. Stunting kata Harysinto dapat dicegah dengan beberapa cara, yakni pemberian asi eklusif kepada balita saat enam bulan pertama, pemberian tablet besi melalui posyandu, dan menjaga kesehatan lingkungan.

“Itu yang harus dilakukan untuk mencegah stunting, dan kita sudah sering kampanyekan itu” ujarnya ujar Harysinto Linoh saat menghadiri Audiensi Dialog dengan DPRD Sintang tentang Rencana Aksi Daerah Pangan Gizi (RADPG) Cegah Stanting di ruang rapat Komisi C DPRD Sintang, Kamis (11/1/2018).

Hanya saja kata dia realisasinya dilapangan dipengaruhi oleh prilaku, misalnya pemberian asi eklusif selama enam bulan tidak dilakukan.

“Dari seratus orang ibu hamil paling hanya lima yang tidak keluar ASI, bayi seharusnya mendapat ASI eklusif enam bulan, terwujudnya tergantung prilaku. Kemudian apakah obat tablet besi yang kita bagikan benar-benar di berikan pada anak juga tergantung prilaku, demikian pula dengan kebesihan lingkungan,” bebernya.

Tak hanya itu, kata Harysinto masyarakat juga sudah kurang dalam pemberdayaan posyandu, padahal posyandu sangat penting perannya dalam pencegahan stanting.

“Posyandunya kembang kempis, padahal disitu kita bisa mengontrol kesehatan anak baik pertumbuhan dan gizi anak,” imbuhnya.

Tingginya angka stanting  di Kabupaten Sintang saat ini lanjut Harysinto sudah seharunya menjadi perhatian khusus.

“kita minta dukungan semua pihak, melalui tim Rencana Aksi Daerah Pangan Gizi (RADPG) ini baik dari pihak pemerintah, OPD, dan legislatif untuk kita bersama-sama berkomitmen mencegah stunting,” pintanya.

“Harus ada visi yang sama sehingga kita bisa kerjasama, sehingga program-program kita selaras ada saling keterkaitan dalam pelaksanaannya dalam mendukung upaya pencegahan stanting,” tambah Harysinto.

Wakil Ketua DPRD Sintang Terry Ibrahim mengatakan di daerah sudah ada fasilitas posyandu yang berperan penting dalam upaya pencegahan stanting. Terry mengharapkan masyarakat khusunya di pedalaman membudayakan pemberdayaan fasilitas kesehatan dari pemerintah ini untuk mengontrol tumbuh kembang anak.

“Ada posyandu gunakanlah, dulu di desa sangat antusias memberdayakan posyandu, apakah sekarang masih, sebaiknya mari terus kita budayakan pemberdayaan posyandu untuk mengontrol tumbuh kembang anak ,” ajak Terry Ibrahim.

Terry juga mengukapkan pihaknya selaku DPRD Sintang mengapresasi dan mendukung upaya dari semua pihak terutam Tim Rencana Aksi Daerah Pangan Gizi (RADPG) dalam upaya mencegah Stanting di Sintang. dia juga mengajak semua pihak mengkampayenkan upaya pencegahan stanting di Kabupaten ini.

“Paling tidak ini adalah saa satu cara bagaimana kita mengarahkan masyarakat di desa meminimalisir kekuragan gizi ,” pungkasnya. (mo)

Timot Timot

Related posts

Top