Bupati Sintang Ajak Perangi Narkoba

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M. Med..Ph menghadiri acara peringatan pasca Hari Anti Narkoba Itu (HANI) di Balai Praja Kompleks Kantor Bupati Sintang, Jum’at (8/09/2017).

Bupati mengingatkan bahwa kejahatan narkoba dapat menyebabkan hilangnya generasi bangsa. Masyarakat dunia tak henti berperang sengit dengan narkoba termasuk di Sintang. Usaha ini untuk mewujudkan masyarakat dunia yang bebas narkoba. Indonesia menjadi pasar narkoba terbesar di Asia. Itulah sebabnya presiden menetapkan Indonesia darurat narkoba.

“Kita harus selalu waspada untuk mengantisipasi keberadaan narkoba di lingkungan kita,” kata dr. Jarot. ” Penyalahgunaan Narkoba itu dapat memicu kejahatan lainnya, misalnya pencurian bahkan pembunuhan, ” kata dr. Jarot lagi.

BNN sebagai leading sektor dalam urusan narkoba di Indonesia. Dalam melaksanakan tugasnya BNN Sintang telah bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat di Sintang. Adanya kerjasama antara aparat terkait dengan masyarakat Sintang seyogyanya dapat membersihkan Sintang dari narkoba.

Orang nomor satu di Sintang itu menghimbau seluruh komponen masyarakat untuk memerangi narkoba di lingkungan masing-masing. Kepada aparat hukum untuk tetap konsisten dalam mengurus kasus narkoba di Sintang. Untuk para korban dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Kegiatan ini di selenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) kabupaten Sintang . Hani sendiri seyogyanya diperingati pada setiap tanggal 27 Juni. HANI tahun 2017 ini mengusung tema, ‘peran aktif dan pendayagunaan komponen dan potensi bangsa dalam menghadapi keadaan darurat Narkoba menuju Indonesia yang sehat’.

Kepala BNN Sintang,  Agus Akhmadin, SE, M.A.P menyampaikan bahwa BNN di Sintang mulai pada tahun 2015. Agus juga menyampaikan kondisi terkini di Badan yang dipimpinnya.

“BNN masih menumpang di kantor satpol PP lama,” kata Agus. “2018,akan kita bentuk klinik khusus untuk pemeriksaan para pengguna terdeteksi di Sintang,” tambahnya.

“Tahun ini kami sudah mengungkap 2 kasus,” ungkap Agus. “Kita telah melakukan test urine di lingkungan OPD Sintang, terakhir di kantor pengadilan negeri sintang,” terangnya lagi.

Pada kesempatan ini, Bupati juga melakukan penyematan pin kepada perwakilan pegiat dan relawan anti narkoba Kabupaten Sintang. Penyerahan dokumen perjanjian kerjasama antara Deputi Bidang Rehabilitasi BNN Sintang dengan Klinik Assyifa.

Ada 20 orang penggiat anti narkoba. Mereka berasal dari berbagai ormas di masyarakat. Para pegiat ini sudah diberi berbagai pembekalan oleh BNN, dari seminar hingga training.

Turut hadir dalam acara ini, sejumlah pimpinan forkopimda, OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang. Juga hadir para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat serta sejumlah pelajar dari berbagai sekolah di Kota Sintang. (Humas Pemda Sintang)

__Terbit pada
12/09/2017
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya