Resmikan PLTMH, Bupati Minta Masyarakat Jaga Sungai dan Tanam Pohon

SEKADAU [www.mediakapuasraya.com] – Bupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dusun Gurung Urau dan dusun Nanga Kesumoi Desa Lembah Beringin Kecamatan Nanga Mahap yang ditandai dengan pemotongan pita, penyerahan kunci dan pembukaan kran air PLTMH, pada Senin (07/08/2017)

Kunjungan kerja Bupati Sekadau di Dusun Gurung Urau dan Dusun Kesumoi ini adalah kunjungan pertama setelah menjabat sebagai Bupati.

Namun, saat menjadi camat nanga mahap Bupati Rupinus sering mengunjungi masyarakatnya di Dusun Gurung Urau dan Dusun Nanga Kesumoi ini.

Didampingi beberapa pejabat dari OPD pemkab Sekadau, kedatangan rombongan Bupati disambut dengan antusias masyarakat dusun gurung urau dan nanga kesumoi dengan prosesi injak telur dan adat dayak.

Masyarakat mulai dari orang tua dan anak- anak pun berduyun-duyun turun ke lokasi peresmian yang letaknya tepat di tepi sungai kemarau.

Sungai kemarau inilah yang merupakan cikal bakal sumber utama pembakit listrik tenaga mikro hidro  ( PLTMH ) dusun gurung urau dan dusun nanga kesumoi.

Dalam paparannya, Yustinus Pion ketua panitia pelaksanaan mengatakan saat ini sekitar kurang lebih 240 kepala keluarga di dusun gurung urau dan nanga kesumuoi sudah bisa menikmati penerangan listrik berkat hasil pemgangunan PLTMH yang direalisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau.

Lanjut Pion,  masyarakat di dua dusun ini mulai menikmati penerangan listrik PLTMH ini sejak November 2016 lalu. “Kami tidak pernah menyangka listrik bisa masuk di dusun kami ini. Dulu dusun kami gelap gulita dan sepi, sekarang semenjak ada PLTMH, dusun kami  sudah terang dan ramai. Untuk itu kami sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten Sekadau yang sudah merealisasikan pembangunan PLTMH ini. Kami akan menjaga aset ini dengan baik sampai ke anak cucu kami,” paparnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau Aron, SH dalam sambutannya meminta masyarakat dusun kesumoi dan dusun gurung urau merawat dengan baik aset yang cukup mahal ini. Apalagi, lanjut Aron mulai januari 2017 pemerintah daerah kabupaten Sekadau tidak bisa lagi menganggarkan untuk pembangunan PLTMH ini, dikarenakan kewenangannya berada pada provinsi, bukan lagi pada kabupaten Sekadau.

“Ini, Sekarang tidak bisa lagi kita anggarkan untuk pembangunan PLTMH, karena kewengannya ada di provinsi,” ujar Aron.

Menurutnya, pembangunan PLTMH ini menelan biaya kurang lebih Rp. 1,3 milyar yang bersumber dari APBD kabupaten Sekadau tahun 2017.

Bupati Sekadau Rupinus dalam sambutannya mengatakan pemerintah kabupaten Sekadau ketika kewenangan  masalah pertambangan dan energi ini diberikan kepada kabupaten/kota, Kabupaten Sekadau sudah membangun sedikitnya 6 unit pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro di wilayah Kabupaten Sekadau.

Pembangunan PLTMH ini tentu salah satu solusi pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik di daerah pedalaman.

Dikatakan Rupinus, sejak 1 Januari 2017, kewenangan dibidang pertambangan dan energi sudah ditarik dari kabupaten/kota dan menjadi kewengan pemerintah provinsi, hal ini sejalan dengan UU 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

“Saya kira ini merupakan pembangunan PLTMH terakhir yang dibangun oleh pemerintah kabupaten Sekadau pada tahun 2016. Karena dulu masih kewenangan kabupaten, tetapi mulai 1 januari 2017 kewenangannya sudah di pemerintah provinsi ”. Ujar Bupati.

Namun demikian, lanjut Rupinus, meski kewenangan ini sudah berada pada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten Sekadau melalui dinas terkait akan mendata daerah-daerah yang memiliki potensi untuk selanjutnya diusulkan kepada pemerintah provinsi kalimantan barat.

“Kewenangan dibidang pertambangan ini sudah tidak ada lagi di kabupaten Sekadau, namun demikian akan kita data dan akan kita usulkan bersama kabupaten lain. Mudah-mudahan apa yang kita usulkan bisa dikabulkan “. Tambahnya.

Rupinus juga meminta masyarakat di dusun gurung urau dan dusun nanga kesumoi untuk menjaga wilayah sungai yang menjadi sumber air PLTMH.

“Saya minta disekitar sungai ini ditanami pohon, bisa pohon durian, pohon langsat, pohon karet, pohon jengkol dan pohon lainnya. Jangan tebang pohon disekitar sungai ini. Dusun gurung urau dan dusun nanga kesumoi ini beruntung, karena ini adalah yang terakhir bisa kita anggarkan “. Pesan Rupinus.( Herman )

__Terbit pada
07/08/2017
__Kategori
Sekadau

Penulis: Admin Media Kapuas Raya