Dewan Hadiri Gawai di Ensaid Panjang

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Selain Bupati Sintang, Jarot Winarno, Gawai Dayak Nyelapat Taun di Betang Ensaid Panjang pada Minggu, (02/07/2017) juga dihadiri sejumlah wakil rakyat di Kabupaten ini, mereka yakni Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang Tery Ibrahim, Ketua Komisi B Florensius Roni dan Anggota DPRD Sintang lainnya, Yakni Theresia.

Bahkan Wakil Ketua DPRD Terry Ibrahim bertindak sebagai Tuan Rumah Gawai Dayak Nyelapat Taun Desa Ensaid Panjang. Dia menyampaikan pihaknya sudah menyiapkan acara gawai sejak lama dengan mengundang orang sebanyak-banyaknya.

Politisi Nasdem ini mengatakan gawai sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan dan wadah pelestarian adat dan budaya lokal setempat.  Terry meminta gawai sekarang ini dibedakan dengan gawai yang dilakukan oleh nenek moyang dahulu.

“Kita saat ini sudah punya agama. Nenek moyang kita dulu gawai dengan memuja berhala untuk bersyukur atas hasil panen. Biarlah pelaksanaan gawai ini kita laksanakan untuk menggali seni budaya yang ada,” pesan Terry Ibrahim.

Diakhir acara dilakukan acara penyerahan Tuan Rumah Gawai Dayak Ensaid Panjang dari Terry Ibrahim kepada Bupati Sintang H. Jarot Winarno.

“Dengan demikian, Tuan Rumah Gawai Dayak Ensaid Panjang Tahun 2018 adalah Bupati Sintan,” ujar Terry.

Pinen Ketua Panitia Gawai Dayak Nyelapat Taun menyampaikan maksud gawai dilaksanakan untuk mensyukuri hasil panen yang melimpah, “ tradisini gawai ini memanggil roh padi, melestarikan seni budaya dan menggali seni budaya serta memperkenalkan seni budaya kepada kaum muda serta promosi wisata,” ungkapnya.

Masyarakat Desa Ensaid Panjang Memiliki semboyan tinuk bepangal ukum, bejalai betungkat adat, bepegai ke tali basa.Betang Ensaid Panjang memiliki panjang 116 meter dan lebar 18 meter, serta memiliki 28 pintu dengan 25 kepala keluarga, satu bilik untuk homestay dan dua pintu kosong.

Bentan Ensaid Panjang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkab Sintang melalui Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten sintang berdasarkan undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang cagar budaya.

Masyarakat Dayak Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai mayoritas bekerja sebagai petani. Sejak turun temurun menanam padi di ladang dengan hasil yang melimpah dan selalu mensyukuri hasil panen padi selama setahun.

Namun, sejak tahun 2016, TNI membangun ratusan hektar sawah secara gratis kepada masyarakat Ensaid Panjang dan sejak tahun 2017 sudah mulai panen dua kali dalam setahun dengan hasil panen yang melimpah. Untuk itu, masyarakat Desa Ensaid Panjamg melaksanakan Gawai Dayak Nyelapat Taun di Betang Ensaid Panjang. (Slh/Mo)

__Terbit pada
03/07/2017
__Kategori
Parlemen, Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya