Ini Penyebab Harga Karet Turun Menurut KTNA

Drs. Milton Crosby., M.Si. FOTO: TIMO

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Sempat mengalami perubahan harga yang cukup baik beberapa bulan lalu, kini  harga komoditas karet kembali mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga karet di beberapa daerah di Kabupaten Sintang sebelumnya mencapai 10 ribu hingga belasan ribu perkilonya, kini harga karet hanya berkisar 7 hingga 8 ribu perkilonya. Kondisi ini mulai dikhawatirkan apalagi masih banyak masyarakat yang mengandalkan komoditi ini untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Ketua Dewan Pembina Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Kalimantan Barat  (Kalbar) Milton Crosby mengatakan penurunan harga karet ini disebabkan kelesuan ekonomi dunia yang mempengaruhi daya beli, sehingga para buyer atau pembeli dunia hanya mau membeli karet  dengan harga yang rendah.

“mereka yang tentukan harganya, daya beli mereka sangat mempengaruhi harga karet kita,” kata Milton saat dijumpai sejumlah awak media di kediamannya, Jumat (26/05/2017) lalu.

Solusi agar harga karet kembali stabil kata Milton, pemerintah perlu mengaet investor untuk menghadirkan industri karet. Selama ini kata Bupati Sintang Periode 2005-2015 ini,  karet yang dijual selalu berbentuk barang mentah dan barang setengah jadi.

“Perlulah dihadirkan pabrik yang bisa mengolah bahan mentah karet menjadi barang jadi,” ucapnya.

Dikatakan Milton,masyarakat Kalimantan Barat mampu menghasilkan bahan baku karet yang cukup banyak. Sehingga kehadiran pabrik ini sangat diharapkan untuk menyerap bahan baku yang banyak ini.

“Pemerintah harus menghadirkan solusi untuk membangun ekonomi kerakyatan, seperti industrilisasi karet, sehingga harga karet bisa stabil, minimal Rp 12.000/kg nya,” tandasnya.

Saat ini, kata Milton selain karet,  sudah banyak petani di Kalbar yang mengembangkan komoditas sawit. Sawit dari petani ini juga perlu wadah yang dapat menampungnya supaya harga sawit petani ini juga bernilai ekonomis tinggi. Milton menyakini kehadiran pabrik karet atau sawit mampu mendongkrak harga komoditas bahan baku yang dihasilkan masyarakat.

“misalnya gaet investor bangun pabrik minyak goreng atau mentega yang bahan bakunya bersumber dari petani,” pungkasnya.

Dikatakanya juga Pemerintah memegang peranan penting dalam pengembangan ekonomi masyarakat, sehingga dirinya selaku KTNA sangat mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan tersebut.

“saya tentunya mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan,” pungkasnya. (mo)

Penulis: Admin Media Kapuas Raya