Empat Orang Sindikat Hipnotis di Sintang Terancam Hukuman Diatas Lima Tahun Penjara

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Empat orang tersangka kasus penipuan dengan cara menghipnotis korban telah mendekam di tahanan Polres Sintang. Sebelumnya empat orang yang terdiri dari tiga wanita dan seorang pria ini diamankan Polres Sekadau saat melintas di Jalan Sekadau-Sintang (Merdeka Timur) mengendarai Avanza Silver  dengan plat  KB 1121 XX pada Rabu (29/03/2017) lalu.

Keempat orang tersangka tersebut masing-masing berinisial MRI (29), IDH (42), AGL (35)  dan pelaku pria berinisal AND (58) berperan sebagai sopir. Mereka dijerat dengan Pasal 378 Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Eko Mardianto dalam keteranggannya saat Press Release Sat Reskrim Polres Sintang, pada Kamis (30/03/2017) siang, menerangkan keempat tersangka beserta sejumlah barang bukti telah diamankan di Polres Sintang. Keempat pelaku tiba Polres Sintang menggunakan  mobil Toyota Avanza warna silver KB 121 XX  Sekitar pukul 11.00 wib,  dengan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian.

“mereka melakukan tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Sintang, jadi kasus ini kita yang tangani,” ujarnya.

Diceritakan kasat, kasus bermula  dari laporan  korban bernama Lisa di Polsek Sintang Kota pada hari Rabu (29/03/2017) pukul 07:45 wib. Lisa mengaku dirinya telah ditipu dengan cara dihipnotis oleh pelaku.

Pada hari Rabu tangal 29 maret 2017, sekitar pukul 07.00 pagi, pelapor pulang berbelanja di Pasar Masuka, kemudian mampir di sebuah warung. Di waktu bersamaan, seorang perempuan berinisial AGL datang menghampiri pelapor dan bercerita tentang obat daun mutiara. Kemudian disusul seorang perempuan berinisial IDH juga bercerita tentang obat serupa. Kemudia pelapor diminta kembali kerumah mengambil sejumlah barang, tanpa sadar pelapor menuruti perintah pelaku.

“korban disuruh  pulang mengambil beras satu genggam, selembar uang 10 Ringgit Malaysia, perhiasan  dan uang tunai sebesar Rp. 1.226.000. Barang-barang tersebut harus dibungkus  menjadi satu menggunakan koran,” terang Eko.

Kemudian setelah korban kembali, lanjut Kasat, korban dibawa menggunakan mobil Avanza berwarna silver menuju Apotek Husada Kapuas.

“disana korban diminta untuk melepaskan kalung emas seberat 10 gram beserta mata kalung, anting-anting 2 gram dibungkus menjadi satu bagian didalam koran tadi,” terang kasat.

Setelah korban menyerahkan bungkusan yang berisikan barang-barang tersebut kepada pelaku lanjut kasat lagi, korban diminta pulang, tanpa menoleh ke belakang.

“kalau menoleh kebelakang yang didalam bungkusan itu tidak akan menjadi sesuatu,” Ujar Kasat meniru ucapan pelaku.

Setelah tiba dirumah, korban baru menyadari dirinya telah ditipu oleh pelaku. Sekitar pukul 07.45 korban datang ke Polsek Sintang Kota, membuat laporan. Dengan kejadian ini korban dirugikan jutaan rupiah.

“setelah menerima laporan tersebut, Kami jajaran  Polres Sintang melakukan penyilidikan,” ujar Kasat.

Pihaknya mendapatkan informasi dari  beberapa saksi, yang mana saksi melihat mobil yang digunakan pelaku melancarkan aksinya berjalan menuju kearah Pontianak menggunakan mobil Avanza berwarna silver KB 121 XX.

“Supaya pelaku  kabur terlalu jauh, saya langsung koordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Sekadau agar melakukan penghadangan mobil avanza silver yang digunakan pelaku,  hasilnya sekitar pukul 10.00 pagi Polres sekadau berhasil mengamankan pelaku, ” terang  Eko.

Sejumlah barang diamankan seperti, satu unit mobil avanza warna silver dengan plat omor KB 121 XX beserta formulir STNK dan kuncinnya,  satu kalung emas beserta mata kalung  10 gram, sepasang anting-anting emas seberat 2 gram, satu cincin emas seberat 5 gram, uang tunai Rp 1.226.000, dan uang tunai 10 Ringgit Malaysia.

Dari tersangka AGL diamankan tiga unit Hp dan uang Rp 6.646.000. Dari tersangka  IDH, satu unit Hp, sepasang anting emas berat 3 gram dan uang Rp 2.819.000. Tersangka MRI, dua unit HP, uang Rp 4.741.000, satu pecahan uang 10 RM, satu kalung emas, satu cincin emas dan sepasang anting-anting. Dan dari tersangka AND, dua unit Hp dan uang tunai sebesar Rp 239.000.

Dalam Press Release ini, Kasat Reskrim Eko Mardianto mengatakan pengungkapan kasus penipuan kali ini adalah yang tercepat pertama di Kalbar.

“kasus dengan modus hipnotis ini biasanya butuh  waktu pengungkapan yang cukup lama, karena mereka berkomplotan, dan kadang tidak ada saksinya, namun kita berhasil dan ini berkat kerja keras seluruh anggota di lapangan,” pungkasnya. (mo)

__Terbit pada
30/03/2017
__Kategori
Sekadau, Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya