Dapat Kupon Berhadiah Mobil Honda HR-V, Ini yang Dilakukan Bujang

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Berawal dari membeli sebuah produk Nestle jenis minuman Milo, Bujang (48 thn) warga yang beralamat di jalan Menyurai Sintang ini, nyaris jadi korban penipuan oleh seseorang yang mengaku karyawan PT. Nestle Jakarta an. H. Muhammad Bahtiar.

Kejadian yang menimpa Bujang, terjadi Kamis ( 02/03/2017) sekira pukul 08.30 wib.

Pagi itu Bujang membeli sebuah produk minuman Milo di bilangan toko Pasar Inpres Sintang. Setibanya dirumah, dimana saat istrinya hendak membuat minuman dan membuka bungkus milo ada melihat sebuah bungkusan plastik bening dan saat dibuka didalamnya ada kupon undian. Istrinya lantas menyampaika kepada Bujang (suami), dalam kupon tersebut dinyatakan mendapatkan hadiah 1 unit mobil Honda HR-V.

terkejut bercampur senang Sdr. Bujang langsung menelpon kesalah satu nomor hand phone yang tertera dalam kupon tersebut (081335352233). Telephone dari Bujang  diterima oleh seseorang yang mengaku karyawan PT. Nestle bernama H. Muhammad Bahtiar dan mengatakan benar Sdr. Bujang mendapatkan hadiah 1 unit mobil Honda HR-V warna putih, namun Sdr. Bujang dikenakan biaya pengurusan administrasi sebesar 14 juta rupiah untuk mendapatkan mobil tersebut.

Karena tidak ada uang sejumlah tersebut maka H. Muhammad Bahtiar mengatakan akan membantu 50% dari biayanya, dimana Sdr. Bujang cukup membayar 7 juta rupiah saja dan segera mentransfer uangnya melalui rekening, namun istri  Bujang merasa curiga dan menyarankan Bujang (suaminya) menanyakan ke teman polisi yang dikenal, apakah benar atau tidak hadiah tersebut.

Berbekal kupon undian tersebut Bujang menemui Kasat Binmas Polres Sintang AKP. Sugiyanto untuk menanyakan apakah hadiah tersebut memang benar, karena ada logo kepolisian didalamnya yaitu logo Polda Metro Jaya dan poto perwira polisi dari satuan lalu lintas dan cap polri didalamnya.

Dengan tegas AKP Sugiyanto mengatakan itu tidak benar dan itu modus penipuan. ” Undian mendapatkan hadiah mobil ini tidak benar, terkait dengan adanya logo, poto anggota Polri dan Cap Kepolisian itu hanya untuk meyakinkan korban saja, agar percaya kalau undian ini benar, tapi faktanya ini sebuah modus penipuan”, tegas Kasat Binmas Polres Sintang.

Saat ditanya apakah sudah sempat mentransfer uangnya, Bujang mengatakan belum karena memang tidak ada uang sebesar itu, ” Belum ada saya kirim uang karena memang tidak ada uang, saya hanya kerja tukang ja Pak”, jelas Bujang.

Pada kesempatan tersebut Paur Subbag Humas yang ditemui sebuah media mengatakan bahwa saat ini banyak sekali modus penipuan yang dilakukan oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab, seperti mencatut nama para pejabat, yang mengatakan keluarga ditangkap karena kasus narkoba, korban kecelakaan, mendapatkan undian, bahkan sampai meminta uang pelincin dari sebuah proyek, dan tujuan akhirnya meminta sejumlah uang untuk ditransfer.

”Kasus – kasus seperti ini sering terjadi, untuk itu diharapkan kepada masyarakat untuk lebih hati – hati dan waspada, jangan takut atau segan untuk melaporkan atau menanyakan kepada pihak kepolisian jika merasa curiga dan merasa hal tersebut meragukan,” jelas Iptu Hariyanto.

Terpisah Kapolres Sintang AKBP Suharjimantoro, SIK melalui Paur Subbag Humas Iptu Hariyanto sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh. Bujang, ” Jika semua orang melakukan hal yang sama seperti Pak Bujang tadi maka saya yakin tidak ada lagi orang – orang yang bakal kena tipu, saya himbau agar masyarakat lebih berhati – hati dan jangan mudah percaya, dan terkait kejadian ini kami akan telusuri siapa jaringan pelaku dengan modus undian berhadiah ini” pungkas Kapolres Sintang.( Hariyanto).

Timot Timot
Tags

Top