Bupati Sintang Tanggapi Aspirasi Masyarakat Ambalau Serawai Soal Otonomi Baru

Bupati dan Wakil Bupati Sintang menghadiri Acara Syukuran dan Temu Diskusi Keluarga Besar Masyarakat Kecamatan Ambalau dan Serawai Se-Kalimantan Barat di Gedung Pancasila Sintang, Senin (08/02/2017). FOTO: TIMO

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Menanggapai permintaan masyarakat Ambalau-Serawai akan wilayah otonomi baru Bupati Sintang Jarot Winanrno mengatakan hal tersebut tidak ada masalah dan sah-sah saja. Namun bupati mengingatkan bahwa proses untuk mencapai tujuan tersebut sampai terbentuknya wilayah otonomi baru akan melalui proses yang panjang dan tidak serta merta bisa langsung terbentuk karena semuanya harus melewati serangkaian proses pengkajian dari pusat.

“Mengenai cita-cita Ambalau- Serawai kedepannya yang ingin menjadi wilayah otonomi baru pada dasarnya kita tidak ada masalah karena itu akan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat tapi itukan prosesnya panjang sebelum pisah masih jadi tanggungjawab kita untuk membangun kedua wilayah tersebut” ujar Jarot kepada awak media usai  menghadiri  acara Syukuran dan Temu Diskusi Keluarga Besar Masyarakat Kecamatan Ambalau dan Serawai Se-Kalimantan Barat di Gedung Pancasila Sintang,  Senin (08/02/2017).

Baca :Masyarakat Kecamatan Ambalau dan Serawai Tuntut Wilayah Otonomi Baru

Bupati menyebutkan bahwa Kecamatan Ambalau dan Serawai memiliki potensi kekayaan alam yang sangat luar biasa oleh karena itu pemerintah Kabupaten Sintang terus berupaya mebangun kedua wilayah tersebut selama masa pemerintahan dirinya dan wakil Bupati Askiman.

“Ambalau merupakan kecamatan paling luas, di karuniai kekayaan alam yang luar biasa. Jadi penanganannya musti spesial,” kata Jarot. “Pembangunan di Ambalau-Serawai, akan dimulai dari tata ruangnya,” katanya lagi. “Dalam menata tata ruang Serawai-Ambalau sedemikian rupa, kita bekerja sama dengan WWF,” tambah  Jarot lagi.

Bupati juga mengingatkan mengenai ketertinggalan pembangunan yang terjadi di kecamatan Ambalau dan Serawai terutama akses jalan atau infrastruktur menuju kekedua wilayah tersebut yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat disana. “kita harus genjot, kita beri prioritas pembangunan infrastruktur dasar jalan, pendidikan dan kesehatan untuk mengejar ketertinggalannya dari kecamatan yang lain,” kata Jarot. (Mo)

Timot Timot

Related posts

Top