Tenun Ikat  Sintang Siap Jadi Bintang Tekstil Tradisional

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Tenun ikat sebagai tekstil tradisional masyarakat Suku Dayak di Kabupaten Sintang akan menjadi tuan rumah dan bintang dalam pameran Wastra Borneo 2016. Kabupaten Sintang juga bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang pameran tekstil tradisional wilayah Kalimantan yang terdiri dari tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Brunai Darusalam. Tenun ikat akan dipamerkan bersama tekstil tradisional asal tiga negara dan daerah lain. Berbagai kegiatan yang mengusung tenun ikat sudah dirancang seperti fashion show, lomba tenun ikat pewarna alami dan kimia, serta lomba barang inovasi dari tenun ikat.

Pemerintah Kabupaten Sintang sendiri terus memantapkan pelaksanaan Wastra Borneo 2016 dan Festival Tenun Ikat Ke-XIII Tahun 2016 pada 17-20 Oktober 2016. Zulkarnaen Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang memimpin rapat persiapan tersebut di Ruang Rapat Sekretaris Daerah pada Rabu, (12/10/2016).

“Pelaksanaan kegiatan ini, Kabupaten Sintang sudah tidak lagi membawa nama daerah tetapi membawa nama Indonesia karena pesertanya juga berasal dari negara tetangga seperti Brunai Darusalam dan Malaysia. Untuk itu, saya minta panitia pelaksana bekerja keras menyiapkan dan mensukseskan acara tersebut. Penting memperkuat koordinasi dan kerjasama antar seksi yang ada di kepanitiaan” pinta Zulkarnaen.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Marchues Afen menyampaikan pihaknya terus bekerja mempersiapkan pelaksanaan kegiatan dan masih terus berkoordinasi dengan Pemprop Kalbar mengenai kepastian kehadiran Gubernur Kalbar untuk membuka pameran Wastra Borneo 2016 dan Festival Tenun Ikat ke XIII Tahun 2016. “Sementara Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Republik Indonesia sudah memastikan hadir” terang Marchues Afen.

Siti Musrikah Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan tamu dari luar Sintang sekitar 43 orang sedangkan peserta dari sintang mencapai 368 orang. “Kegiatan akan dipusatkan di Musesum Kapuas Raya tetapi juga ada kegiatan lain di  Galeri Tirta Dharma, Gedung Pancasila dan Kobus Center. Kita juga memastikan akan membawa tamu ke Betang Ensaid Panjang, Galeri Motor Bandong, Keraton Al Mukarramah, dan Kelam View” terang Siti Musrikah.

“Soal peserta sudah dikonfirmasi ada Museum Sarawak, Museum Brunai Darussalam, Museum Jawa Tengah, Museum Batik Pekalongan, Museum Tekstil Jakarta dan seluruh museum di Kalimantan. Silakan masyarakat untuk menyaksikan pameran pakaian tradisional di Museum Kapuas Raya di Jalan Kelam 18-20 Oktober 2016” terang Siti Musrikah.

Emilia dari Disporaparekraf menjelaskan akan menerjunkan putri pariwisata Kabupaten Sintang untuk menerima tamu yang akan berkunjung ke beberapa tempat wisata yang sudah dijadwalkan. “Yang pasti kami siap mendukung dengan menyiapkan tim di setiap lokasi wisata” terang Emilia.

Sekedar mengingatkan kita, karena perhatian yang besar dari Pemkab Sintang terhadap tenun ikat Dayak dan para pengrajinya, Pemkab Sintang diganjar penghargaan Otonomi Award untuk Kategori Pemberdayaan Ekonomi Lokal pada tahun 2014, mendapatkan penghargaan Upakarti dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono pada Tahun 2013, dan masuk nominasi UNESCO sebagai warisan dunia tak benda. Dan terakhir Dewan kerajinan Nasional di Jakarta bekerjasama dengan Yayasan Kobus, sudah menyusun sebuah buku yang di dedikasikan bagi kaum perempuan yang menjadi pengrajin tenun ikat. Buku yang berjudul “TENUN IKAT DAYAK DESA: Cerita dan Motif Kain. (Humas)

__Terbit pada
13/10/2016
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya