Bulog Sintang Belum Mampu Serap Beras Petani Lokal

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Kepala Seksi Pelayanan Publik Perum Bulog Sub Divre Wilayah III Sintang, Pramudya mengatakan pihaknya belum mampu menyerap beras petani lokal yang digunakan untuk penyaluran program Beras Miskin (Raskin). Hal ini disebabkan harga yang dipatok petani lebih tinggi daripada Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Harga beras ditingkat petani di Kabupaten Sintang tergolong tinggi berkisar antara Rp 7.500 hingga Rp 8000. Harga Pembelian Pemerintah hanya Rp 5.060, Sementara Bulog Sintang hanya mampu membeli beras ditingkat petani seharga Rp 6.600, kalau harus melebihi itu kami tidak berani,”Ujar Pramudya saat dijumpai di ruang kerjanya, Jum’at (08/10/2016).

Ia menjelaskan, untuk mengurangi biaya angkut,  pihaknya beberapa waktu lalu pernah mencoba membeli beras lokal untuk memenuhi kebutuhan program raskin, untuk di distribusikan ke wilayah yang tidak jauh dari tempat mendapatkan beras.

‪“Kami pernah coba ke daerah Manis Raya yang merupakan sentra pertanian intensif di Sintang,  pernah juga kami ke Kecamatan Kelam karena disana produksi padinya juga tinggi, namun tetap saja program itu belum bisa berjalan mengingat harga  pasaran yang dipatok jauh diatas Harga Pembelian Pemerintah,”terangnya.

‪“Padahal jika program itu berjalan dan bisa dipenuhi, tentunya pemenuhan kebutuhan raskin di suatu kecamatan akan lebih mudah dan bisa menghemat biaya distribusi,”sambungnya.

‪Menurutnya , pemenuhan kebutuhan beras di masyarakat saat ini memang masih dominan diperoleh dari distribusi.

‪“Saya rasa produksi beras di Sintang sudah cukup tinggi, namum banyak untuk  kebutuhan pribadi sehari-hari, kalaupun ada yang dijual itu diluar dari biaya yang mampu kita serap,” Pungkasnya.

Dijelaskannya juga Selain harga, Bulog juga memiliki standar ukuran lainnya untuk menetukan gabah atau beras lokal yang dapat diterima atau tidak.

Berdasarkan Inpres nomor 7 Tahun 2011, untuk gabah yang diterima Bulog adalah Gabah Kering Giling (GKG) dengan kualitas kadar air maksimum 14 persen dan kadar hampa kotoran maksimum 3 persen sehingga cukup tahan disimpan dalam waktu tertentu dan siap digiling untuk menghasilkan beras standar pada saatnya.

‪”Selain harga,  persyaratan kualitas beras yang diterima Bulog adalah beras dengan kadar air maksimal 14 persen, butir patah maksimum 20 persen, butir menir maksimum 2 persen dan derajat sosoh minimal 95 persen,”terangnya. (Mo)

 

__Terbit pada
07/10/2016
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya