Wabup Ingatkan Pejabat Pengelola Aset Untuk Berhati-hati

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]- Wakil Bupati Sintang, Askiman mengingatkan, Pejabat pengelola aset daerah untuk berhati-hati dalam mengelola aset.

“jangan sampai terjadi hal seperti orang yang menguasai aset daerah tetapi yang melakukan ‘DUM’ adalah orang lain,”kata Askiman, saat membuka Sosialisasi Pengurusan dan Penghapusan Piutang di Balai Praja, Kantor Bupati Sintang, Kamis (16/6).

Dia menjelaskan, dalam melakukan Penjualan aset daerah, tentu banyak petimbangan,  barulah hal tersebut bisa di lakukan.

“Seperti misalnya, Penjualan aset bisa saja dilakukan jika aset tersebut sudah rusak parah dan kemudian misalnya aset itu berada dilokasi yang tidak strategis,”katanya.

Menurutya, mengelola aset daerah bukanlah perkara yang mudah.” Jadi, jangan dianggap mudah. Pengelolaan hutang yang tidak terhutang memang sangat sulit dan mengganggu hasil akhir penilaian terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah,”katanya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Joni Sianturi pun meminta setiap SKPD harus memahami betul cara mengurus penghapusan utang-piutang daerah, serta memahami sejauh mana batasan kewenangan untuk menghapus piutang.

Sementara, Ketua Komisi A, Syahroni sebelumnya merasa kecewa dengan kebijakan pemerintah kabuaten Sintang terkait penjualan rumah jabatan eselon tiga, lantaran diberikan ke pejabat  eselon dua.

Padahal, menurut roni, dalam aturannya, sudah jelas, ada kreteria yang di prioritaskan, untuk membeli aset daerah itu.” yang jelas bukan di jual pada pejabat eselon dua,”katanya saat di wawancarai di ruang kerjanya, Rabu (15/6) kemarin.

Dijelaskannya, persayaratan bagi pihak yang dapat menerima penjualan aset daerah yakni, minimal yang bersangkutan sudah menempati atau memakai aset daerah tersebut maksimal 10 tahun lamanya, serta yang bersangkutan telah mengleuarkan biaya  pemeliharaan. (mo)

__Terbit pada
17/06/2016
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya