Ini Bahaya Hama Jamur Yang Menyerang Lada

70% Lada Petani Ludes

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Petani lada di Wilayah Perbatasan, Kecamatan ketungau hulu Kabupaten Sintang mengeluh akibat serangan jamur pada tanaman lada yang di tanam masyarakat setempat. Serangan jamur pada komoditi andalan warga perbatasan tersebut sangat sporadis yang dapat menghabiskan 70 persen tanaman lada milik petani.

Nikolaus Kepala desa Nanga bayan kecamatan ketungau Hulu yang sekaligus petani lada menyatakan serangan jamur pada tanaman lada ini cukup meresahkan berbagai upaya sudah dilakukan tapi belum mendapatkan hasil.

“ Dalam satu minggu   saja jamur ini dapat mematikan tanaman lada hingga empat pohon, “ keluh Nikolaus kepada media ini, Rabu, (30/03/2016).

Penyakit ini tanaman lada ini menyerang tanaman dari akar yang berangsur-angsur mematikan tanaman hingga kering akibatnya tanaman dalam satu areal taman 600 pohon yang tersisa saat ini hanya 20 pohon saja.

Serangan jamur ini baru pertama kali  terjadi, pengetahuan masyarakat yang sangat terbatas dalam mengatasi penyakit tanaman ini membuat warga mengalami kerugian.

“ Dalam tahun ini ada sekitar lima hingga enam ribu batang lada di satu desa yang sudah mati,” tambahnya.

Komoditi lada di perbatasan ini telah menopang kehidupan masyarakat petani karena harga lada yang cukup bagus dan mampu bertahan hingga tujuh tahun terakhir.

Ketua Informasi Masyarakat perbatasan Murjani mengatakan dalam satu kepala keluarga di ketungau Hulu mampu menghasilkan 3 hingga 4 ratus juta rupiah dalam satu siklus panen.

“ Jelas warga perbatasan tidak terpengaruh dengan krisis harga karet dan sawit yang anjok karena masih memiliki komoditi lada namun belakangan petani  tergangu oleh hama jamur ini, “ kata Murjani.

Ia berharap pemerintah melalui instansi teknis dapat memberikan solusi pada masyarakat dalam mengatasi hama yang menyerang tanaman lada ini.( Fix/mo)

__Terbit pada
31/03/2016
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya