Pelayanan Kesehatan Harus Mengutamakan Keamanan Pasien

SINTANG [www.mediakapuasraya.com]-Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan selain mengutamakan kualitas pelayanan, penangan medis juga harus mengedepankan keamanan pasien.  Jarot memaparkan dari segi keamanan terdapat lima dimensi yakni;  keamanan pasien, Dokter atau petugas kesehatan, Gedung dan peralatan, lingkungan dan bisnis. Dari lima dimensi tersebut, keamanan pasien harus menjadi perioritas utama.

“Selain kualitas, kemanan pasien juga harus dijamin, jangan sampai tertukar obat, atau salah penangan medis,”kata Jarot saat membuka Workshop Keselamatan Pasien di RSUD AM Djoen Sintang pada Senin, 28 Maret 2016.

Dikatakannya, dahulu  konsentrasi lebih pada kualitas pelayanan kesehatan dengan membangun gedung dan fasilitas pendukung yang mewah untuk mendukung pelayanan yang baik. Namun, faktanya masih terjadi peristiwa yang merugikan pasien dan dituntut secara hukum.

“kualitas sudah meningkat masih saja terjadi kejadian yang tidak diinginkan pada pasien.  dan tujuan dari pelatihan dua hari ini adalah selain kualitas, keamanan pasien juga harus terjamin.

Diungkapkannya Sejak tahun 2004, WHO sudah mengingatkan soal keamanan dan keselamatan pasien ini. Pemerintah Pusat melalui Departamen Kesehatan RI pada 2012 sudah merespon peringatan World Health Organization (WHO) dengan membentuk Komite Nasional Keselamatan Pasien di Rumah Sakit.

“Saya mohon agar narasumber bisa memaparkan dengan baik resiko pelayanan di rumah sakit dan cara penanganannya, cara mengantisipasinya. Kepada seluruh peserta untuk serius mengikuti workshop ini karena keselamatan pasien sangat penting dan mudah-mudahan kedepannya kita mampu menekan resiko yang ada,”bebernya.

Direktur RSUD Ade M. Djoen Sintang, dr. Rosa Trifina mengatakan keamanan dan keselamatan pasien menjadi fokus utama daam pelayanan kesehatan di rumah sakit.

“karena Keamanan pasien ini merupakan titik tumpu dalam semua kegiatan di RSUD,”ungkap  dr Rosa Trifina

Dikatakan Rosa untuk memberikan pemahaman tersebut pihaknya menggelar Workshop Keselamatan Pasien yang harus dikuti semua pegawai RSUD, diungkapknya workshop tersebut dilaksanakan secara bertahap pada semua lini supaya tidak menggaggu pelayanan di RSUD yang di pimpinnya itu.

“melalui kegiatan Workshop Keselamatan Pasien ini diharapkan kami semua selaku insan pemberi pelayanan kesehatan di RSUD ini sama-sama mempunyai pemahaman untuk melakukan  keamanan pasien, karena keamanan pasien ini merupakann titik tumpu dari semua kegiatan yang ada di rumah sakit,”timpalnya.

Diungkapkkannya juga, bahwa rumah sakit  merupakan sebuah lembaga yang memiliki resiko yang tinggi untuk perlu diantisipasi dengan baik untuk mencegah kerugian.

“seluruh jajaran RSUD AM Djoen Sintang harus memahami jenis resiko yang ada, mampu mengambil tindakan yang tepat, melaporkan kejadian dan melakukan investigasi sederhana,”pungkasnya.

Dalam kegiatan workdhop ini Lanjut Rosa, Pihaknya mengundangan narasumber dari Institut Manajemen Resiko Klinis (IMRK) Jakarta.

“Workshop hari ini diikuti oleh 50 peserta yang semua berasal dari RSUD dari semua jenis pelayanan yang ada,”tukasnya. (mo)

__Terbit pada
28/03/2016
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya