Jelang Natal, Permintaan Daging Babi Meningkat

SINTANG-KALBAR, (MKR): Kepala Bidang Peternakan, (Distanak) Sintang, Wiryono mengatakan  jelang perayaan natal 2015.  permintaan dagin Babi disejumlah pasar tradisional di Sintang mengalami peningkatan hingga 40 persen . Bahkan, naiknya permintaan daging babi biasanya diatas tanggal 20 Desember mendatang.

“Kalau saat ini permintaan masih stabil. bisasanya permintaan meningkat pertanggal 20 Desember ke atas,” kata Wiryono,  Selasa (15/12).

Wiryono memastikan, untuk stok daging babi dipastikaan aman. Sebab, jumlah masyarakat yang mengkonsumsi daging babi di Sintang tidak mencapai 00 persen hanya kisaran 40 hingga 60 persenan saja.

“Aman, tidak ada masalah,” ucapnya.

Kebutuhan daging babi pada perayaan natal, kata dia, pihaknya tidak menunggu kiriman dari wilayah lain. Sebab, di Sintang ternak daging babi cukup tinggi sehingga kebutuhan untuk natal dapat terpenuhui.

“Kalau telur kita di pasok dari Singkawang dan Kota Pontianak dengan harga yang masih stabil,” paparnya.

Sementara, kebutuhan daging ayam juga mengalami peningkatan. Namun, realita yang terjadi saat ini, Sintang mengalami kekurang daging ayam. Sebab, ketersedian daging ayam Sintang saat ini hanya 4O persen.

“Untuk menutupi kekurangan itu terpaksa kita minta 60 persen daging ayam yang dipasok dari luar, seperti Kota Pontianak dan Singkawang,” katanya.

Terpisah,  Kasi Pengendalian Pasar Disperindagkop dan UKM Sintang, Syafruddin menjelaskan bahwa pihaknya sedang melaksanakan operasi pasar murah. Bahkan,  sudah dua hari pasar murah dibuka.

“Kita fokuskan di Tebelian dan Kelam Permai pasar murahnya,”ujarnya.

Dalam menghadapi perayaan natal dan tahun baru, kata dia, ada beberapa komoditas yang harganya naik tetapi stok masih tetap aman dan distribusi ke kecamatan juga lancar. ” Saat ini daging ayam memang mengalami kenaikan, sebelumnya hanya berkisar Rp. 35.000,- hingga 38.000,-  ribu perkilo. Tetapi sekarang sudah mencapai Rp. 50.000 perkilo,”sebutnya.

Meskipun demikian, pihaknaya tetap meminta kepada para pedagang untuk tidak mencari kesempatan dan keuntungan dengan melakukan permainan harga. “Dalam waktu dekat kita akan melakukan sidak pasar,” ungkapnya. (mo)

__Terbit pada
15/12/2015
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya