50 Persen Pelajar di Kota Sintang Tidak Virgin

SINTANG-KALBAR, (MKR): Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sintang mengklem Lima puluh persen pelajar wanita di  Kota Sintang tidak lagi virgin akibat pergaulan bebas yang menjadi trend di kalangan anak muda Sintang saat ini. Data tersebut diungkapkan Penjangkau dari KPA Sintang marcel dalam sebuah dialog public yang di gelar kerjasama KPA dan RRI Sintang  di Teras kota, belum lama ini.

Data yang dungkapkan ini menurut Marcel merupakan hasil survey yang dilakukan penjangkau HIV/ AIDS –KPA Sintang melalui metode pendekatan dan wawancara pada sejumlah pelajar SMP dan SMA di Kota Sintang.

“ Data ini memang mengejutkan tapi ini adalah realita yang saat ini terjadi di Kota Sintang, “ Kata Marcel di hadapan  puluhan peserta dialog public  yang terdiri dari Mahasiswa dan sejumlah pejabat dilingkungan pemkab Sintang.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang  yang di wakili Hery bertus menyatakan tidak terlalu kaget dengan data tersebut mengingat saat ini banyak pelajar saat malam hari  di temukan sering berkumpul di kafe-kafe .

“ Tanggung jawab ini bukan semata- mata tanggung jawab dari dinas pendidikan namun juga tanggung jawab orang tua dan masyarakat, sebab di sekolah anak –anak hanya 6 jam sehari sementara sisanya di lingkungan keluarga dan masyarakat, “ Kata Herybertus.

Selain itu jumlah penderita HIV/AIDS di Sintang sat ini juga sangat memprihatinkan mengingat di dominasi oleh usia produktif dari 13 hingga 40 tahun dengan  jumlah terbanyak di idap kaum wanita.

Menyikapi kondisi ini Pihak Polres Sintang AKP Tolop Saragih  meminta Pemda lebih tegas dalam menerapkan peraturan Bupati ( Perbup) tentang jam malam bagi pelajar sebab menurutnya  saat ini razia pelajar yang nongkrong di kafe-kafe hanya pada saat menjelang ulangan atau ujian saja.

“ Kita kerap menemukan anak- anak nongkrong di jalan dan kafe-kafe hingga larut malam, mereka bukan saja anak- anak lelaki tapi juga ada perempuan, mereka adalah anak- anak pelajar yang tinggal kost kosan di Kota Sintang sehingga tidak terkontrol oleh orang tua, “ Kata Tolop Saragih.

Penanggung Jawab Voulentry Consuling and Tasting – VCT Rumah Sakit Ade Muhammad Joen Sintang dr Eko mengungkapkan  jumlah wanita yang memeriksakan diri ke VCT memang lebih banyak sehingga penomena ini tidak bisa  di klaim dengan jumlah wanita terbanyak mengidap HIV/AIDS bisa saja justru kaum lelaki terbanyak karena mereka tidak memeriksakan diri maka tidak terdeteksi.

Dialog Publik yang di Gelar RRI dan KPA ini juga melibatkan BNN Kabupaten Sintang yang menyatakan peningkatan peredaran Narkoba di Sintang dimungkinkan juga berbanding lurus dengan peningkatan HIV AIDS bagi kalangan remaja.

Kepala BNN Kabupaten Sintang Agus Akhmadin menyatakan meski pengguna narkoba tidak selalu mengidap HIV/ AIDS namun pengguna memiliki kedekatan potensi tertular penyakit ini akibat perilaku pengguna Narkoba yng cendrung bebas.

Dialog Publik RRI-KPA ini juga melibatkan sejumlah Mahasiswa dari Staima, Stikes Kapuas Raya dan nara sumber  dari Kesra Sintang, Dinas Pendidikan, kementrian Agama, Dinas Kesehatan, Kepolisian, Dinas Pemuda Olah raga Ekonomi Kratif, Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang, BNN Kabupaten Sintang dan Ketua KPA Sintang. (mo/red)

 

__Terbit pada
07/12/2015
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya