Persiapkan Anak Dan Remaja Hadapi Masa Masa Depan

SINTANG-KALBAR, (MKR): Anak dan remaja harus dipersiapkan untuk tangguh menghadapi masa depan yang lebih dengan rendah hati dan berkulitas. Anak-anak dan remaja merupakan masa depan Gereja.  Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis GKE Pdt. Libertus Aki Apu dihadapan peserta seminar Pendidikan Seks dan Keterampilan Hidup Anak dan Remaja (Peer Educator Training) di GKE Petra pada Senin, (31/08)

“Gereja membutuhkan generasi yang kuat, tangguh dan takut akan Tuhan. Tetapi kondisi saat ini kita dihadapkan pada tantangan jaman yang luar biasa. Sehingga Gereja harus berperan memberikan pendidikan kepada anak dan remaja supaya kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan ke depan seperti pergaulan bebas dan penyalahgunaan kemajuan teknologi informasi. Dan seminar ini merupakan salah satu upaya gereja untuk membentengi anak dan remaja” terang Pdt. Libertus Aki Apu.

Penjabat Bupati Sintang Drs.Alexius Akim, MM dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Drs. Syarifudin, MM menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang menyambut baik upaya GKE Petra Sintang, GKI Kayu Putih dan lembaga pendukung lainnya untuk menyelenggarakan seminar pendidikan,  kekerasan seks dan keterampilan hidup pada anak dan remaja.

“masalah kekerasan seksual pada anak dan remaja di negara kita memang sudah mengkhawatirkan banyak pihak. Kita perlu peduli dan mengambil langkah penting terhadap hal tersebut dengan mempelajari penyebabnya dan segera mengambil tindakan nyata” tegas Alexius Akim.

“Tidak dipungkiri, masalah keluarga, kemajuan teknologi, adanya internet serta banyaknya orang tua yang belum menganggap pendidikan seks penting menjadi penyebab adanya kasus kekerasan seks pada anak dan remaja. Kita harus menemukan program dan cara yang aplikatif dalam mencegah dan mengedukasi anak dan remaja terlibat dalam kekerasan anak dan remaja” tambahnya.

Sementara Ibu Linda  Pengurus GKI Kayu Putih Jakarta yang menjadi fasilitator seminar menyampaikan bahwa keterampilan merupakan sebuah kesanggupan untuk menerima dan menolak apa yang harus di tolak atau diterima. “Seminar ini mendorong anak dan remaja untuk mampu menolak apa yang tidak baik dan menerima apa yang baik untuk kehidupan. Kami senang bisa mendampingi anak-anak dan remaja dari berbagai daerah” terang Ibu Linda. (Humas/mo)

__Terbit pada
31/08/2015
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya