Tak Patuhi Aturan, Puluhan PKL Dibongkar Paksa

SINTANG-KALBAR, (MKR): Puluhan lapak PKL di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sui Durian Sintang dibongkar paksa oleh, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP). Pasalnya, puluhan lapak itu telah melanggar  Perda Kabupaten Sintang No 9 Tahun 2011,  Tentang Penataan PKL  di sintang.

Proses pembongkaran berlangsung aman dan terkendali. Tidak ada ditemukan pedagang yang melakukan penolakan akan lapaknya di bongkar oleh petugas. Meskipun demikian, Satpol PP dan Diperindag tetap menggandeng pihak kepolisian dalam melakukan penertiban.

Kabid Terantib Satpol PP Sintang, Mawardi mengatakan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat kepada pedagang kaki lima yang berjualan di sepajang Jalan Brigjen Katamso itu. Namun, sangat disayangkan surat yang dikeluarkan tidak ditanggapinya diindahkanya.

“Sudah kita berikan surat sebanyak tiga kali, untuk secepatnya membongkar lapak-lapak tersebut. Tetapi, mereka pedagang masih tetap bandel, makanya kita turun hari ini melakukan pembongkaran paksa,” kata, Mawardi, Rabu (5/8).

Menurutnya, di sepasnjang jalan Brigjen Katamso tidak diizinkan untuk berjualanan. Sebab, lokasi ini merupaakan kawasan wajah kota CIty Face), Kabupaten Sintang yang perlu dipertahankan kebersiahan , keindahan, dan kenyamanan.

“Apabila melanggara , makan akan dikenaakan sanksi sesuai dengan pertauran perundang-undnagan yang berlaku,” tegasnya.

Sementara untuk lapak milik pedagang yang ditertibkan itu bisa diambil di kantor Satpol PP atau pun di Disperindag Sintang. “Untuk mengambil gerobak dan bahan-bahan bangunan laapak lainya itu bisa kita kembalikan, jika PKL tidak lagi menjamur di sepanjang jalan itu,” ungkapnya.

Mawardi menyatakan, pihaknya tidak main – main dalam menegakkan perda. “Siapa pun yang melanggar Perda akan kita tertibkan. Jadi, tidak ada pilih kasih dalam mengmbil tindakan,” ungkapnya.

Dikatakanya, bahwa proses eksekusi merupakan langkah terkahir yang diambil. “Sebelum eksekusi kita sudah layangkan surat sebanyak tiga kali, kemudian pemberitahuan secara lisan. Jika tidak ditanggapi maka suka tidak suka kita harus eksekusi ,” tegasnya.

Dalam proses penertiban ini, kata dia, tidak ada perlawanan atau pun tindakan -tindakan yang anarkis. Sebab, mereka PKL sangat kooperatif saat dilakukan penertiban. “Alhamdullah, tidak ada yang melakukan hal-hal yang sifatnya anarkis dan lain-lainya,” kata dia.

Sementara, Pegadang Sate, Cak Ali mengaku bingung setelah dilakukanya pembongkaran lapak-lapak tersebut. Pasalnya, ia tidak tahu lagi harus berdagang di mana.

“Kalau dipasar masuka kita tidak dapat bagian disana. Makanya, saya bingung setelah dibongkar lapak saya ini, selanjutnyaa harus berdagang dimana lagi,” keluhnya.

Seharusnya, Pemkab Sintang terlebih dahulu mencarikan solusi untuknya serta PKL-PKL lainya untuk dapat tetap berdagang. “Kita mau pindah, tetapi mau pindah kemana coba. Kalau kita pindah tetapi tetap di bongkar sama saja bohongkan,” tuturnya. (mo)

__Terbit pada
05/08/2015
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya