Ketahuan Mencuri, Selamet Babak Belur Dihajar Massa

SINTANG-KALBAR, (MKR):  Slamet babak belur dihajar Massa setelah ketahuan  mencuri sembako di cafe tempat dirinya bekerja. Minggu, (02/07).

Aksinya diketahui berawal dari kecurigaan pemilik cafe, Toyiban, yang selalu mendapatkan laporan kehilangan sembako dan barang milik karyawan lainnya.

” Sebelumnya ada tetangga selalu melihat ada karyawan saya yang suka melempar beras ke belakang cafe, sekali saya periksa beras di cafe selalu saja berkurang. Selain itu, karyawan saya lainya juga melaporkan kehilangan uang dan cincin emas,” katanya.

Berangkat dari laporan tersebut, ia langsung melakukan pengintaai dan pengawasan terhadap sejumlah karyawannya.

” Kemarin saya melihat ada empat karung beras berada di kolong cafe milik saya, lalu saya mengintai dan pada Minggu (2/8) pukul 21.30 terlihat aksi slamet saat memindahkan barang hasil curiannya itu,” katanya.

Spontan, setelah aksinya diketahui, warga yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak mengamankan dan menghakimi pelaku pencurian tersebut. Tanpa ampun, tubuhnya pun habis dihajar warga yang geram akan aksinya sampai Slamet harus dibawa ke rumah sakit Ade. Moch Djoen untuk mendapatkan perawatan medis.

” Beruntung, nyawanya selamat setelah polisi datang mengamankannya dan langsung di larikan ke RSUD Sintang,” katanya.

Kasatreskrim Polres Sintang, AKP. Syamsul Bakri membenarkan kasus main hakim yang dilakukan warga di lokasi terhadap pelaku pencurian. Menurutnya, saat ini perkara yang ditanganinya adalah kasus pencurian yang dilaporkan oleh Toyiban, dan slamet sebagai terlapor.

” Mungkin warga kesal dengan ulah pelaku pencurian ini yang dianggap meresahkan. Sehingga, sempat menghakimi pelaku, walau sebanarnya tindak main hakim itu tidak dibenarkan dan melanggar hukum. Kami sendiri pun melakukan tindakan atas perbuatan pelaku pencuriannya yang kini masih dalam pendalaman,” ungkapnya, Senin (3/8).

Syamsul mengatakan, pelaku pencurian yang diamankan warga itu kini berada di RSUD Ade Moch Djoen Sintang, setelah sebelumnya sempat menjadi bulan-bulanan warga yang menangkapnya sedang menjalankan aksinya.

” Yang bersangkutan masih butuh perawatan medis, dan kami belum bisa meminta keterangan apa-apa,” tuturnya.

Dalam aksinya, pelaku berhasil menggambil empat karung beras yang saat ini juga menjadi barang bukti.

” Kami juga masih lidik terkait pelaku lain yang ikut beraksi bersama slamet, dan kita juga masih mencari informasi apakah ada warga sekitar menjadi korban pencurian,” katanya.

Menurutnya, bila yang bersangkutan terbukti melakukan pencurian tersebut. Maka akan dikenakan pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara. (mo)

__Terbit pada
03/08/2015
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya