Kapuas Raya Berpeluang Besar Menjadi DOB

SINTANG-KALBAR, (MKR): Ketua Komisi II DPR-RI Rambe Kamarul Zaman  mengatakan , salah satu kriteria calon DOB adalah daerah perbatasan. Tujuannya, untuk memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kapuas Raya memiliki kriteria tersebut maka Peluang Kapuas Raya menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) sangat besar.. Dari lima kabupaten yang menjadi cakupan Kapuas Raya (Sintang, Sanggau, Sekadau, Melawi, Kapuas Hulu), tiga di antaranya berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, yakni Sintang, Sanggau dan Kapuas Hulu.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, pemerintah menginginkan pembentukan DOB memiliki sinergisitas dengan kepentingan nasional, bukan hanya dari arus bawah. Paling penting pembentukan DOB harus mampu memperkokoh NKRI. Karena itu, kriteria yang menjadi prioritas adalah daerah perbatasan,” ujar Rambe menjawab wartawan saat melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Sintang, Selasa (16/6).

Dijelaskan Rambe, proses pembentukan DOB ada pada DPR RI dan pemerintah. Khusus untuk DPR RI, pembahasannya diwakili oleh Komisi II, sedangkan pemerintah diwakili Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, dan Kementerian Keuangan. Hasil kesepakatan bersama antara pemerintah dan DPR RI, berdasarkan kemampuan keuangan, ada 20 calon DOB akan masuk dalam Program Legeslasi Nasional (Prolegnas). Hanya saja, daerah yang masuk dalam 20 DOB tersebut belum ditentukan. Penentuannya berdasarkan grand strategis nasional.

“Bisa saja Kapuas Raya masuk di dalamnya. Yang terpenting persiapan untuk itu harus dilakukan. Apa lagi sudah ada Bandara Tebelian,” kata Rambe.

Bagi Komisi II, lanjut Rambe, tidak ada persoalan tentang yang setuju atau tidak setuju. Komisi II melihat pembentukan DOB berdasarkan kepentingan nasional. “Daerah perbatasan memang harus diutamakan dari daerah lain karena demi kepentingan nasional,” tegasnya.

Rambe tak menampik bahwa Kapuas Raya sudah mendapat Amanat Presiden (Ampres) pada tahun 2013, dan rekomendasi dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Dari proses inilah kita akan melakukan kajian. Komisi II punya komitmen untuk mengkaji secara cepat,” kata Rambe.

Ditambahkan Anggota Komisi II DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Barat, Sukiman, Kapuas Raya memiliki kriteria untuk diprioritaskan menjadi DOB.

“Kapuas Raya adalah daerah perbatasan. Terbentuknya Kapuas Raya menjadi provinsi sangat strategis bagi kepentingan nasional, khususnya memperkuat NKRI di daerah perbatasan,” beber Sukiman.

Ia menargetkan Kapuas Raya ada di antara 20 calon DOB yang akan masuk dalam Prolegnas. Sukiman sadar betul bahwa pembentukan PKR sangat dinantikan masyarakat, dan sangat berdampak bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat. “Kapuas Raya ini harus kita dorong. Harus segera menjadi DOB,” kata Sukiman.

Bupati Sintang Milton Crosby yakin Kapuas Raya bisa terbentuk menjadi DOB. Keyakinan Milton bukan tanpa alasan. Berdasarkan grand desain nasional hingga 2025, Kalimantan Barat layak dimekarkan paling sedikit dua dan maksimal tiga provinsi.

“Sekarang, bola (prosesnya) sudah di pemerintah pusat, hanya tinggal menunggu waktu, kita tunggu saja,” ucapnya.

Pembentukan Kapuas Raya dideklarasikan pada 14 Agustus 2006. Lima Bupati dan Ketua DPRD  kabupaten cakupan Kapuas Raya  saat itu, sepakat menunjuk Bupati Sintang Milton Crosby sebagai koordinator.

Milton menyambut antusias kedatangan rombongan Komisi II DPR RI. Kehadiran Komisi II dianggap momentum penting bagi dukungan pembentukan Kapuas Raya.

Milton yakin Kapuas Raya dapat menjadi skala prioritas kepentingan nasional  karena masuk wilayah perbatasan. (mo)

__Terbit pada
17/06/2015
__Kategori
Parlemen, Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya