Pelaku Usaha Diberi Waktu Dua Minggu Untuk Berbenah

SINTANG-KALBAR, (MKR): Tim gabungan memberikan tenggang waktu dua minggu ke depan bagi pelaku usaha untuk menertibkan, kanopi Rumah Toko (Ruko) yang melewati faslitas umum. Peringatan ini diberikan menyusul setelah didapati sejumlah pelanggaran, dalam penertiban di kawasan terminal Sui Durian, Rabu (08/04).

Dalam penertiban tim gabungan melibatkan Disperindag, Satpol PP, Kepolisian dan TNI, berlangsung tertib. Petugas mendata dan memberikan peringatan kepada, pedagang yang menambah bagunan Ruko.

Kasi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kabupaten Sintang, Saptu Kusumawati mengatakan penertiban yang dilakukan ini hanya berupa sosialisasi serta peringatan terhadap para pemilik usaha yang ada di sekitar Terminal Sungai Durian. Dia menegaskan para pelaku usaha yang melangar aturan segera berbenah, pihaknya memberikan batas waktu hingga 22 april mendatang.

“Kita turun hari ini untuk memberikan peringatan kepada pemilik usaha agar tidak melanggar segala peraturan daerah. Dengan adanya temuan sejumlah pelanggaran dalam penertiban ini, kita beri waktu kurang lebih dua minggu untuk berbenah . Jika sampai pada batas waktu yang ditentukan belum dirapikan, akan ditidak tegas,” katanya.

Dia mengatakan, operasi penertiban ini pun dilakukan secaraa merata. “Jadi tidak ada pelaku usaha di wilayah terminal ini yang tidak diberikan peringatan, semuanya diperingati karena hampir 90 persen palaku usaha melanggar ketentuan yang ada,” ujarnya.

Saptu memastikan bahwa tim gabungan tidak akan tebang pilih dalam melakukan penertiban. sebab, bagi pelaku usaha yang melanggar kententuan yang ada tetap akan ditertibakan. Namun, sebelum ditertibkan secara paksa oleh petugas, pihaknya terlebih dahulu memberikan sebuah peringatan.

“Peringatan sudah diberikan tapi tidak di indahhkan, maka kami akan melakukan pembongkaran secara paksa terhadap bangunan-bangunan yang menyalahi aturan itu,” tuturnya.

Dari hasil kegiatan ini, kata dia, ditemukan berbagai pelanggaran seperti pelaku usaha menambah luas wilayahnya sehingga barang-barang jualanya memakai fasilitas umum. ” Nah, hal-hal seperti itu yang tidak bleh dan tidak dibernarkan sama sekali ,”katanya.

Disinggung mengenai ada berapaa titik operasi penertiban yang dilkukan oleh tim gbungan ini, Saptu menegaskan bahwa operasi penertiban ini akan dilakukan di seluruh Kabupaten Sintang. Namun, untuk hari ini pihaknya hanya terfokus di terminal Sungai Durian, sebab aktifitas pasar yang menggunakan fasilitas umum itu sudah sangat meresahkan para pengguna jalan lainya.

” Tim memberikan waktu untuk penjual melakukan pembongkaran sendiri selama satu minggu hingga dua minggu kedepan. Jika masih tidak membongkar lapaknya maka kami bongkar secara paksa, baik itu lapaak ataupun kanopi pemilik usaha itu,” tegasnya.

Sementara itu, PLT Kabid Pasar Disperindag Kabupaten Sintang, Edy Suhardy mengatak bahwa tujuan dari operasi penertiban ini tidak lepas untuk memberikaan rasa kenyamanan dalam berlalu lintas di seputar pasar tersebut. Karena, selama ini arus lalu lintas khususnya di pasar Terminal Sungai Durin ini sering menjadi keluhan dri berbagai pihak.

“Maka dari itu, hari ini kita turun ke lokasi untuk memberikan peringatan kepada para pelaku usaha untuk tidak berjualan di fasilitas umum. Karena, hal itu bisa menimbulkan kemacetan serta menghambat bongkar muat barang di pasar itu,” tuturnya. (Mo)

__Terbit pada
09/04/2015
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya