Bupati Resmikan Jembatan Girder Sungai Sengarak

SINTANG-KALBAR, (MKR) : Daerah perbatasan akan terus berkembang dan maju seiring dengan perhatian yang besar dari pemerintah pusat terhadap kawasan perbatasan. Pembangunan jembatan ini diharapkan mampu membantu mobilitas ekonomi masyarakat di sini. Mudah-mudahan proses penjualan lada, karet dan hasil alam lainnya bisa lancar. Pasokan sembako juga bisa lebih lancar. Demikian disampaikan Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si saat meresmikan penggunaan jembatan girder Sungai Sengarak di desa Wana Bakti pada Rabu, 25 Maret 2015.

“Pembangunan jembatan sungai merakai juga sudah kita ajukan ke Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia dan sudah ada lampu hijau dari mereka” tambah Bupati Sintang.

Keberadaan jembatan sungai sengarak sangat pentinf karena mempermudah mobilitas masyarakat yang tinggal di 8 desa yakni desa Wana bakti, Mungguk Gelumbang, Gut Jaya Bakti, Kubu Berangan, Nanga Kelapan, Semareh, Margahayu dan Swadaya.

Abang Muhammad Samansyah Direktur PT K. Saman menyampaikan bahwa pembangunan jembatan girder sungai sengarak menghabiskan dana 5,7 Milyar yang bersumber dari dana alokasi khusus.

” 18 Agustus 2014 kami memulai bekerja membangun jembatan ini dan pada 12 Desember 2014 sudah selesai dengan bentangan 30 meter dengan bobot rangka baja 40 ton. Dan total bobot setelah dicor menjadi 70 ton. Kami bangga karena dalam waktu yang singkat dan tepat. Saat ini kami juga sedang melakukan pemeliharaan jalan sekitar jembatan selama 90 hari” papar Abang Muhammad Samansyah.
“Berdasarkan data kami jalan ini masih ada Sungai merakai dengan bentangan 40 meter di Nanga Seran yang belum di bangun jembatan” tambahnya.

Dakun Camat Ketungau Tengah menyampaikan bahwa jembatan rangka baja di sungai sengarak ini menjadi satu-satunya jembatan yang ada di kecamatan ketungau tengah yang dibangun dengan rangka baja karena yang lain masih menggunakan kayu.

“Masyaraat berterima kasih kepada Pemkab Sintang yang sudah membangun jembatan ini dan harapan kami akan ada sungai lain yang dibangun dengan rangka baja. Kepada masyarakat jembatan ini supaya dijaga dan disyukuri. “Kita berharap jembatan sungai ketungau dan sungai merakai juga bisa di bangun jembatan rangka baja” harap dakun.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kartiyus menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus sarana prasarana perbatasan tahun 2014 sebesar 15 milyar dan salah satunya untuk membangun jembatan gerder sungai sengarak ini sebesar 5,7 milyar. “Kita akan terus bangun jembatan gerder dan rangka baja. Ini merupakan jembatan Girder Komposit Kelas B Bentang 30 lebar 9 meter” tambah Kartiyus.

Selama ini kendaraan roda empat milik masyarakat harus “nyebur” ke Sungai Sengarak karena jembatan yang ada hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Jika air sungai sedang tinggi, pemilik kendaraan yang membawa sembako biasanya harus menunggu sampai air surut baru perjalanan bisa dilanjutkan. (Humas)

__Terbit pada
26/03/2015
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya