Warga Perbatasan Serahkan 41 Pucuk Senjata Api Rakitan

SINTANG-KALBAR,(MKR) : Himbauan kodim 1205 Sintang terhadap larangan kepemilikan sejata api rakitan dikalangan masyarakat sipil disambut baik warga.

Rabu (24/3) sejumlah Kepala Desa dari Kecamatan Ketungau Tengah menyerahkan 41 Pucuk Senjata api rakitan yang terdiri dari, 30 senjata jenis lantak, Delapan jenis Bomen, Dua Pucuk Pistol dan Satu Pucuk Senjata jenis Laras Lantak. Penyerahan dilakukan di Kantor Koramil 1205-09 Kecamatan Ketungau Tengah.

Komandan Kodim 1205 Sintang Letkol Inf Anggit Exon Yustiawan menyambut baik kesadaran warga ini, sebab kepemilikan Senjata Api rakitan ini dapat membahayakan masyarakat.di jerat undang-undang Darurat dengan maksimal acaman 15 tahun penjara. Bahkan bisa menjurus pada teroris.

“Keberadaan Senjata Api rakitan di masyarakat di sadari bukan untuk perbuatan negatife tapi hanya untuk berburu tapi kadang dapat berakibat menghilangkan nyawa orang lain akibat salah tembak yang mengakibatkan tewas, dan ini pernah terjadi,“ kata Anggi.

Sebelumnya, pihak Kodim telah memberikan himbauan pada warga pemilik senjata agar menyerahkan senjata api yang digunakan ke Polres atau Kodim. Dandim mengatakan setelah di serahkan warga senjata ini akan di serahkan pada Kolakops 121 Alambahawanawai.

Bagi warga yang menyerahkan dengan sukarela pihak Kodim 1205 Sintang akan memberkan reward sekaligus tidak akan memproses mereka secara hukum .

“Kesadaran mereka sangat kami sehingga kami akan memberikan hadiah dan membebaskan mereka dari tuntutan hukum,” tegas Anggit.

Sebelumnya sejumlah warga juga telah meenyerahkan senjata api rakitan. Penyerahan Senjaata rakitan kali ini menambah daftar penyerahan senjata yang dimiliki masyarakat. “Beberapa hari lalu juga ada masyarakat menyerahkan senjata api rakitan. Senjata yang diserahkan saat ini sudah berada di Kodim,” tukasnya.

Sementara, Niko Demus Kepala desa Marga Hayu Kecamatan Ketungau Tengah mengaku senajat api rakitan dimiliki masyarakat masih banyak masyarakat yang memiliki senjataa api rakitan berbagai jenis. “Kami mengakui masih banyak m asyarakat memiliki senjata api rakitan, Mereka (masyarakat_Red) masih takut-takut untuk menyerahkan sejata ke apara berwajib,” kata Niko demus.

Sebagai Kepala Desa, dirinya mengaku telah menyampaikan himbauan Kodim 1205 ke masyarakat. Hanya saja tidak semua masyarakat mau menyerahkan.”Harapan kami nanti pihak Kodim bisa datang langsung ke masyarakat agar masyarakat percaya,” imbuhnya.

Hal sama juga diungkap Kepala Desa landau Buaya, Darmono. Sampai saat ini sudah tercacat 30 pucuk senjata api rakitan milik warganya yang teah diserahkan ke pihak Kodim. “Dirumah masih ada yang sudah diserahkan warga tetapi belum saya bawa ke Koramil sebanyak 16 pucuk senjata,” turunya.

Ia juga berharap aparat penegak hukum baik TNI maupun Polri untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat, karena sampai saat ini masih banyak masyarakat yang memliki senjata api rakitan. “Senada api milik masyrakata ini digunakan untuk berburu, baik berburu binatang buas maupun ikan di sungai,” kata dia.

Ia sendiri menyadai bahaya akan senjata api rakitan, pasalnya tidak jarang masyarakat terkena senjata api rakitan.

Senada juga disampaikan Lunjung Kepala Desa Swadaya Kecamatan Ketungau Tengah. Meski baru satu warga yang menyerhkan senjata api rakitan, namun Ia berjanji akan memberikan pemahaman kepada mayarakat tehadap bahanya menggunakan senjata api rakitan.(Mo)

__Terbit pada
25/03/2015
__Kategori
Sintang

Penulis: Admin Media Kapuas Raya