Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Di Kabupaten Sintang

Kabupaten Sintang didiami oleh berbagai suku dan agama yang mampu hidup rukun, damai dan berdampingan satu dengan yang lainnua sehingga Kabupaten Sintang bisa disebut Indonesia Mini atau Miniatur Indonesia. Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si menyebut Kabupaten Sintang sebagai Rumah Besar Kita Semua.

Bagi Bupati Sintang, Pancasila harus selalu sakti untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kabupaten Sintang baik dari sisi masyarakatnya maupun wilayahnya karena berbatasan langsung dengan Malaysia.

Saat membacakan Sambutan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI Dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2014, di Lapangan Sepakbola Kodim 1205 Sintang pada Rabu, 1 Oktober 2014, Bupati Sintang menyampaikan bahwa disamping telah mempersatukan kita sebagai bangsa dan negara secara utuh, Pancasila memperkuat sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi, budaya, politik masyarakat kita. Nilai-nilai Pancasila telah membuat masyarakat kita semakin matang dalam kehidupan politik sebagaimana telah kita tampilkan dalam Pemilu beberapa waktu yang lalu. Hal ini juga sekaligus menepis seolah-olah Pancasila kurang memperoleh perhatian bersama sejak Reformasi 1998.

Oleh sebab itulah, tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2014 ini, “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Untuk Meningkatkan Kualitas Demokrasi” sangatlah tepat. Kenyataan sosial politik seperti ini sudah seharusnya meneguhkan sikap kita bahwa Pancasila adalah sumber nilai jati diri bangsa sekaligus fondasi negara kita. Sebagai falsafah negara, Pancasila menjadi acuan kita dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Salah satu fenomena dalam era Globalisasi adalah terjadinya lintas batas nilai-nilai antar bangsa bahkan antar komunitas atau kelompokkelompok masyarakat yang lebih kecil. Di antara nilai atau faham yang melintas-batas itu adalah radikalisme. Faham ini karakternya adalah selalu merasa yang paling benar sendiri dan mengabaikan hak-hak dasar orang lain.

Sudah tentu radikalisme dan faham sejenis lainnya sangatlah bertentangan dengan Pancasila yang sangat menghormati dan menghargai kebhinekaan. Oleh karena itu, kita harus bersyukur dan terus memperkuat Pancasila yang telah menunjukkan dan memungkinkan kita hidup berdampingan secara damai, harmonis dan penuh toleransi dengan siapa saja yang berbeda latar belakang agama, suku, ras, adat istiadat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sekaligus, kita harus mengikis benih dan tumbuhnya nilai-faham radikalisme dan sejenisnya.

Kita semua, tentu ingin membangun bangsa yang berperadaban unggul, yang salah satu cirinya adalah bangsa yang mampu menunjukkan karakter dan jati dirinya, tanpa harus kehilangan kesempatan dan kemampuan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain, sekaligus mampu mengaktualisasikan makna yang dikandungnya sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Pancasila menjadi sistem nilai yang hidup.

Untuk itu, kita harus terus-menerus menumbuhkembangkan Nilai-nilai Pancasila kepada semua generasi, utamanya para generasi penerus bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Dalam konteks ini, pendidikan merupakan sistem yang bisa melakukannya secara efektif, karena melalui sistem pendidikan, penggalian, penanaman, pengembangan dan pengamalan nilai Pancasila dapat dilakukan secara sistemik, sistematik dan secara masif.

Kita patut bersyukur mulai tahun 2013, seiring dengan implementasi Kurikulum 2013, kita telah melakukan penguatan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarga Negaraan dan mata pelajaran lainnya, baik substansi maupun metodologi pembelajarannya, agar dapat dihasilkan warga negara yang semakin cinta dan bangga terhadap bangsa dan negaranya, sekaligus menjadi warga Negara yang efektif dan bertanggung jawab.

Peringatan hari kesaktian pancasila tentunya tidak hanya sekedar menjadi cerita sejarah saja, namun menjadi pewarisan nilai-nilai heroisme yang mampu diaplikasikan dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Selain itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga sebagai upaya melestarikan, mengamalkan dan mengamalkan, mengembangkan dan mempromosikan Pancasila sebagai sumber nilai yang telah teruji dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

__Terbit pada
01/10/2014
__Kategori
Sintang