Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan GKII Tiratia Penyaguk Dua

Salah satu tujuan pembangunan rumah ibadah adalah untuk membangun rohani yang kuat serta meningkatkan pembinaan serta pembangunan keagamaan. Dan bagi Pemkab Sintang hal tersebut sangat penting untuk didukung dan dilaksanakan. Karena hasil akhirnya adalah mewujudkan masyarakat yang produktif, berkualitas dan sejahtera. Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung GKII Tiatira Penyaguk Dua di Kompleks PT.Wahana Plantation and Production Desa Lalang Baru Kecamatan Sungai Tebelian pada Sabtu, 27 September 2014
“saya berpendapat dalam kehidupan ini memang harus ada keseimbangan antara fisik-ekonomi dengan rohani. Kita terus menerus bekerja mencari nafkah jasmani, tetapi jufa kebutuhan rohani harus kita penuhi juga. Semakin banyak rumah ibadah, saya mengharapkan terwujud masyarakat yang religius” jelas Milton Crosby.
“saat proses pembangunan gereja ini, saya minta semua umat bersatu, bekerjasama, bahu membahu dan saling tolong menolong sehingga gedung gereja bisa diselesaikan dengan tepat waktu dan tentu dengan kualitas bangunan yang baik pula. Dan kepada investor bantulah umat disini, sebagai bagian dari Coorporate Social Responsibility kepada masyarakat”ajak Bupati Sintang.
Melihat hamparan perkebunan kelapa sawit milik PT.Wahana Plantation and Production, Bupati Sintang mengingatkan bahwa musim kemarau ini supaya masyarakat tidak membakar dulu dan kalau merokok jangan buang puntung rokok sembarangan apalagi disini ada gambut dan perkebunan sawit-karet.
Agustinus Dala menyampaikan sejarah berdirinya gereja GKII di penyaguk yang mulai masuk pada tahun 1982 dengan empat kepala keluarga. Data Juni 2014 ada 20 kk 78 jiwa ditambah karyawan perusahaan ada sekitar 100 jemaat.
“kami sebenarnya sudah ada gereja ukuran 4 x 7 meter untuk menampung 100 orang sudah tidak cukup lagi. Sehingga kami memutuskan bangun baru yang lebih besar” jelas Agustinus Dala.
Ketua panitia pembangunan Benny Situmorang, S. Th menyampaikan bahwa kita harus dekat dengan Tuhan, supaya kita bekerja membawa hasil, dan menanam dapat menuai. Hidup keluarga dan masyarakat bisa damai.
“semua umat juga harus berpartisipasi dalam kegiatan gereja sehingga bangunan gereja dengan ukuram 10 x 15 meter yang akan dibangun diatas tanah 25 x 35 meter ini bisa selesai diperkirakan sebelum paskah 2015 sudah bisa diresmikan” jelas Benny Situmorang, S. Th.
Pdt. DR. Yuliono Evendi, M.Th dalam kotbahnya mengajak Umat untuk memperhatikan tempat ibadah supaya tidak mendapatkan hukuman dari Tuhan. “Tuhan akan marah jika kita tidak memperhatikan rumah ibadah, yang belum ada rumah ibadah segera bangun, yang sudah tua, harus direhab” ajak Pdt. DR. Yuliono Evendi, M.Th.
Kepala Desa Lalang Baru Ibu Maryudiani menyampaikan semangat yang ditunjukan oleh masyarakat Dusun Penyaguk Dua dalam membangun rumah ibadah seharusnya mampu memotivasi masyarakat dusun lain unutk membangun gereja. “di desa kami ada potensi pembangunan sawah sekitar 50 hektar yang belum di bangun. Dan saat ini sedang ada wabah penyakit mata di desa kami” jelas Ibu Maryudiani (RILIS)

__Terbit pada
28/09/2014
__Kategori
Sintang